Advertisement
Madiun Dorong Pertanian Organik Lewat Bantuan UPPO
Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) baru-baru ini menyalurkan bantuan paket Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) kepada sejumlah kelompok tani. Penyerahan ini bertujuan untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan di wilayah setempat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani dalam memproduksi pupuk organik berkualitas.
Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menegaskan bahwa bantuan UPPO tidak hanya berfokus pada pemberian ternak, melainkan juga pada pemanfaatan kotoran ternak. Kotoran kambing, yang merupakan bagian dari bantuan ini, diyakini sebagai bahan terbaik untuk pupuk organik. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mendukung visi pertanian berkelanjutan di Madiun.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, pada Selasa, 30 Desember. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Kepala DKPP Kabupaten Madiun setempat. Bantuan ini menjangkau perwakilan kelompok tani dari Desa Ngranget, Desa Bodag, serta masyarakat sekitar Dusun Senanas, Desa Bolo.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Kapasitas Petani dan Lingkungan
Program Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) yang digagas oleh DKPP Kabupaten Madiun merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pertanian yang lebih hijau. Bantuan yang diberikan berupa ternak kambing ini memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Kedua, sebagai pendorong utama praktik pertanian ramah lingkungan di seluruh Kabupaten Madiun.
Paryoto menjelaskan bahwa esensi dari bantuan ini bukan sekadar pemberian hewan ternak. Fokus utamanya adalah bagaimana kotoran dari ternak tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Kotoran kambing secara spesifik disebut sebagai bahan baku pupuk organik yang sangat baik, mendukung penuh konsep pertanian berkelanjutan yang sedang digalakkan.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan produksi pupuk organik sendiri, petani dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hasil panen yang lebih sehat dan aman bagi konsumen.
Advertisement
Advertisement
Sumber Dana dan Harapan Kesejahteraan Masyarakat
Bantuan UPPO yang disalurkan kali ini memiliki sumber pendanaan yang beragam, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian. Menurut Paryoto, alokasi dana untuk program ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025.
Pemanfaatan DBHCHT untuk program pertanian seperti ini juga mengindikasikan upaya pemerintah untuk mengembalikan manfaat dari sektor tembakau kepada masyarakat. Kepala Desa Bolo, Jaka Mianto, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun. Ia berharap bantuan ini dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di wilayahnya.
Jaka Mianto menambahkan bahwa bantuan UPPO diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa, selaras dengan visi Kabupaten Madiun yang mengusung semangat "Bersahaja". Harapan ini mencerminkan optimisme terhadap potensi pertanian organik dalam memajukan daerah.
Advertisement
Lebih lanjut, Jaka Mianto juga mengungkapkan harapannya agar masyarakat semakin tertarik untuk menanam tembakau. Hal ini karena banyaknya program yang dapat dimanfaatkan dari dana DBHCHT. Keterkaitan antara dana cukai dan program pertanian berkelanjutan ini menjadi siklus positif bagi pembangunan desa.
Advertisement
Partisipasi Komunitas dan Dampak Luas Program
Kegiatan penyerahan bantuan UPPO ini tidak hanya melibatkan pejabat tinggi, tetapi juga partisipasi aktif dari masyarakat. Sekitar 150 peserta turut hadir dalam acara tersebut, berasal dari Desa Ngranget, Desa Bodag, serta masyarakat sekitar Dusun Senanas, Desa Bolo.
Kehadiran banyak perwakilan kelompok tani menunjukkan antusiasme dan kebutuhan akan program semacam ini. Partisipasi aktif ini menjadi modal penting dalam keberhasilan implementasi program UPPO di lapangan. Dengan dukungan komunitas, pengolahan pupuk organik dari kotoran ternak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dampak dari bantuan UPPO ini diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi pupuk organik. Lebih jauh, program ini berpotensi menciptakan ekosistem pertanian yang lebih sehat, mengurangi polusi tanah, dan menghasilkan produk pertanian yang lebih alami. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan lingkungan dan masyarakat Madiun.
Advertisement
Melalui program ini, Kabupaten Madiun menunjukkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam pertanian berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Sumber: AntaraNews