Tingkatkan Pengawasan Orang Tua Tahun Baru Anak: Cegah Risiko Negatif di Momen Pergantian Tahun
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta meminta orang tua meningkatkan Pengawasan Orang Tua Tahun Baru Anak untuk mencegah paparan aktivitas negatif dan merugikan masa depan anak saat libur Tahun Baru 2026.
Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, para orang tua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Imbauan ini datang dari Prof. Dr. Susanto, seorang Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, yang menekankan pentingnya peran aktif keluarga. Pengawasan ini diharapkan dapat melindungi anak dari berbagai potensi risiko negatif yang mungkin muncul selama masa liburan pergantian tahun.
Prof. Dr. Susanto, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017-2022, secara khusus meminta orang tua di Jakarta dan seluruh Indonesia untuk lebih mendampingi anak. Ia menegaskan bahwa momen Tahun Baru tidak boleh menjadi celah bagi anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas yang tidak bertanggung jawab. Fokus utama adalah mencegah paparan terhadap kegiatan yang berisiko dan berpotensi merugikan masa depan mereka.
“Tahun baru tidak boleh menjadi celah bagi anak untuk terpapar aktivitas yang negatif, berisiko dan merugikan masa depan,” ujar Prof. Dr. Susanto. Oleh karena itu, orang tua diharapkan berperan aktif dalam mengarahkan kegiatan anak secara bijak dan bertanggung jawab. Pendampingan yang optimal sangat krusial untuk memastikan anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman dan positif.
Menghindari Aktivitas Berisiko di Malam Pergantian Tahun
Salah satu fokus utama dalam Pengawasan Orang Tua Tahun Baru Anak adalah mencegah anak keluar rumah hingga larut malam tanpa pengawasan yang jelas. Situasi ini seringkali membuka peluang bagi anak untuk terlibat dalam kegiatan yang tidak diinginkan. Orang tua disarankan untuk secara tegas melarang anak berada di luar rumah tanpa tujuan yang pasti dan tanpa pendampingan orang dewasa.
Selain itu, Prof. Dr. Susanto juga menyoroti bahaya pergaulan bebas yang tidak terkendali, terutama di lingkungan yang rawan. Lingkungan semacam itu dapat memicu penyalahgunaan minuman keras, narkoba, dan zat adiktif lainnya. Peran orang tua sangat vital dalam membimbing anak untuk memilih teman dan lingkungan yang positif, serta memberikan pemahaman tentang bahaya dari zat-zat terlarang tersebut.
Penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman untuk bercerita dan meminta saran, sehingga orang tua dapat lebih mudah memantau pergaulan anak. Pengawasan yang intensif di malam Tahun Baru menjadi krusial untuk menjaga keselamatan dan masa depan anak.
Mencegah Kegiatan Berbahaya Fisik dan Vandalisme
Prof. Dr. Susanto juga mengingatkan bahaya dari sejumlah kegiatan fisik yang sering terjadi saat perayaan Tahun Baru. Kegiatan seperti konvoi kendaraan, balap liar, dan penggunaan kendaraan tanpa izin atau yang membahayakan keselamatan, perlu dilarang keras. Aktivitas semacam ini tidak hanya mengancam keselamatan anak yang terlibat, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Selain itu, penggunaan petasan dan kembang api berbahaya juga menjadi perhatian serius. Meskipun sering dianggap sebagai bagian dari perayaan, benda-benda ini dapat menyebabkan cedera serius jika tidak ditangani dengan benar. Orang tua harus memastikan anak tidak terlibat dalam penggunaan petasan atau kembang api yang ilegal atau membahayakan.
Tindakan melanggar hukum seperti aksi vandalisme dan tawuran juga harus dicegah. Kegiatan ini tidak hanya merugikan fasilitas umum tetapi juga dapat menyeret anak ke dalam masalah hukum yang serius. Pengawasan Orang Tua Tahun Baru Anak harus mencakup edukasi tentang pentingnya menjaga ketertiban umum dan menghargai properti bersama.
Waspada Terhadap Konten Digital Negatif
Di era digital saat ini, risiko tidak hanya datang dari aktivitas fisik di luar rumah, tetapi juga dari dunia maya. Prof. Dr. Susanto menekankan pentingnya pengawasan terhadap akses anak ke konten digital. Konten negatif, provokatif, atau tantangan berisiko di media sosial dapat memiliki dampak buruk pada perkembangan mental dan perilaku anak.
Orang tua disarankan untuk memantau penggunaan gawai dan internet oleh anak-anak mereka. Edukasi tentang literasi digital dan bahaya siber menjadi sangat penting. Anak perlu diajarkan untuk membedakan informasi yang benar dan salah, serta memahami konsekuensi dari partisipasi dalam tren atau tantangan yang berbahaya di media sosial.
Keterlibatan orang tua dalam penggunaan media sosial anak juga dapat membantu mengidentifikasi dan mencegah potensi masalah. Dengan demikian, Pengawasan Orang Tua Tahun Baru Anak tidak hanya terbatas pada dunia fisik, tetapi juga mencakup ruang digital yang semakin kompleks.
Momentum Membangun Karakter dan Tanggung Jawab
Prof. Dr. Susanto menyatakan bahwa Tahun Baru 2026 bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum penting bagi keluarga. “Tahun Baru 2026 merupakan momentum penting bagi keluarga untuk menjaga keselamatan, membangun karakter serta menanamkan nilai tanggung jawab kepada anak-anak dan remaja,” katanya. Ini adalah kesempatan emas untuk menjaga keselamatan anak, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab.
Melalui pendampingan yang tepat, orang tua dapat membentuk pribadi anak yang lebih baik dengan mengarahkan kegiatan anak ke arah yang positif dan produktif. Aktivitas bersama yang mendidik dan menyenangkan dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan kegiatan berisiko. Hal ini akan membantu anak memahami arti pentingnya tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, Pengawasan Orang Tua Tahun Baru Anak adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. Dengan perhatian dan bimbingan yang konsisten, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Sumber: AntaraNews