Orang Tua Fasilitasi Kegiatan Positif Tahun Baru Anak, Hindari Risiko Negatif
Guru Besar PTIQ Jakarta menekankan pentingnya orang tua memfasilitasi Kegiatan Positif Tahun Baru Anak agar terhindar dari aktivitas berisiko dan merugikan masa depan mereka.
Peran Krusial Orang Tua dalam Mengarahkan Kegiatan Positif Tahun Baru Anak
Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta, Prof. Susanto, menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan anak-anak. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi mereka dalam berbagai kegiatan positif, terutama saat merayakan pergantian tahun. Langkah ini krusial untuk meminimalkan potensi anak terpapar aktivitas negatif yang merugikan.
Menurut Prof. Susanto, salah satu cara efektif adalah mengajak anak merayakan pergantian tahun bersama di rumah. Suasana yang aman dan sederhana dapat menciptakan momen berharga bagi keluarga. Jika kegiatan dilakukan di luar rumah, pendampingan orang tua secara langsung menjadi keharusan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Susanto di Jakarta pada hari Minggu, 28 Desember. Ia menekankan bahwa pergantian tahun bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum penting bagi keluarga. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan, membangun karakter, serta menanamkan nilai tanggung jawab pada anak-anak dan remaja.
Peran Orang Tua dalam Perayaan Tahun Baru di Rumah
Perayaan tahun baru menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk mempererat ikatan keluarga dan membentuk karakter anak. Prof. Susanto menyarankan agar orang tua aktif mengajak anak melakukan doa bersama sebagai bentuk syukur atas tahun yang telah berlalu. Selain itu, refleksi akhir tahun juga dapat menjadi sarana evaluasi diri yang bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga.
Mendampingi anak dalam refleksi pribadi adalah langkah penting. Orang tua dapat membahas pengalaman, keberhasilan, dan pelajaran yang telah mereka dapatkan sepanjang tahun. Diskusi semacam ini membantu anak memahami perjalanan mereka dan menghargai setiap momen yang terjadi.
Selain itu, orang tua sebaiknya membimbing anak menyusun rencana dan target untuk tahun 2026. Fokus utama dapat diarahkan pada aspek pendidikan, pengembangan karakter, dan peningkatan diri. Dengan demikian, anak memiliki visi yang jelas untuk masa depannya.
Menanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial juga menjadi prioritas. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi yang mendalam dan keteladanan dari orang tua. Kegiatan Positif Tahun Baru Anak ini akan membentuk pribadi yang unggul.
Mengarahkan Anak pada Kegiatan Edukatif dan Keagamaan
Selain kegiatan di rumah, orang tua juga dapat mengarahkan anak untuk mengikuti berbagai kegiatan di luar. Kegiatan keagamaan, sosial, atau edukatif yang sesuai dengan usia mereka sangat dianjurkan. Partisipasi dalam acara-acara ini dapat memperkaya pengalaman anak dan memperluas wawasan mereka.
Pentingnya memantau penggunaan gawai dan media sosial juga ditekankan oleh Prof. Susanto. Orang tua harus memastikan bahwa penggunaan teknologi tetap sehat, aman, dan bermanfaat. Pengawasan yang ketat dapat mencegah anak terpapar konten negatif atau aktivitas yang tidak sesuai.
Pergantian tahun tidak boleh menjadi celah bagi anak untuk terlibat dalam aktivitas negatif. Aktivitas berisiko dan merugikan masa depan harus dihindari dengan pengawasan yang cermat. Orang tua diharapkan berperan aktif dalam mengarahkan Kegiatan Positif Tahun Baru Anak secara bijak dan bertanggung jawab.
Tanggung Jawab Bersama dalam Perlindungan Anak
Prof. Susanto menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Namun, orang tua memegang peran sentral sebagai pendidik utama di keluarga. Mereka sangat menentukan arah pergaulan, sikap, dan masa depan anak-anak.
Dengan pengawasan yang baik dan komunikasi yang terbuka, pergantian tahun dapat menjadi momen awal yang positif dan bermakna. Hal ini menciptakan fondasi yang kuat bagi perkembangan anak.
Prof. Susanto berharap Tahun Baru 2026 menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang berakhlak baik, cerdas, dan bertanggung jawab. Ini adalah visi bersama yang harus diwujudkan melalui bimbingan orang tua.
Sumber: AntaraNews