Tim Indonesia Geber Latihan Intensif di Thailand Jelang ASEAN Para Games 2025
Kontingen Tim Indonesia yang berkekuatan 290 atlet langsung menggeber latihan intensif di Nakhon Ratchasima, Thailand, demi mematangkan persiapan menghadapi ASEAN Para Games 2025.
Kontingen Indonesia telah tiba di Nakhon Ratchasima, Thailand, dan langsung memulai serangkaian latihan intensif sebagai persiapan menghadapi ajang ASEAN Para Games 2025. Sebanyak 290 atlet yang tergabung dalam tim Merah Putih ini menunjukkan semangat tinggi untuk beradaptasi dan memulihkan kondisi fisik setelah menempuh perjalanan panjang. Fokus awal latihan adalah conditioning dan adaptasi terhadap lingkungan baru, termasuk venue pertandingan.
Kedatangan tim Indonesia di Thailand dilakukan dalam dua kloter melalui Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, pada Kamis (15/1), sebelum melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam menuju lokasi utama penyelenggaraan. Meskipun kelelahan akibat perjalanan, para atlet tidak menyurutkan semangat untuk segera berlatih. Beberapa cabang olahraga bahkan langsung menjajal venue pertandingan untuk penyesuaian.
Latihan yang dimulai sehari setelah kedatangan ini menjadi krusial untuk memastikan setiap atlet berada dalam performa terbaik saat kompetisi dimulai. Pelatih dan atlet sepakat bahwa adaptasi cepat adalah kunci untuk meraih hasil maksimal. Persiapan matang ini diharapkan dapat membawa Tim Indonesia meraih prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2025.
Adaptasi dan Pemulihan Kondisi Atlet
Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, mengungkapkan bahwa timnya sengaja menggelar dua sesi latihan pada hari Jumat (16/1) untuk memulihkan kondisi pemain. Kelelahan akibat perjalanan jauh menjadi perhatian utama, sehingga sesi conditioning menjadi prioritas.
“Dengan kondisi pemain yang kelelahan karena perjalanan jauh, hari ini kami mencoba melakukan conditioning. Tadi pagi pun kami sudah melakukan latihan ringan, supaya otot-otot para pemain lebih lemas. Latihan sesi sore ini sudah oke,” kata Yanuar. Upaya ini menunjukkan komitmen Tim Indonesia untuk menjaga kebugaran atlet.
Meskipun perjalanan panjang, para atlet tetap menjalani sesi latihan untuk menjaga kebugaran dan mempercepat proses adaptasi. Beberapa cabang olahraga langsung menyambangi venue pertandingan guna menyesuaikan kondisi fisik dan teknis. Hal ini penting untuk meminimalisir kendala yang mungkin timbul selama pertandingan berlangsung.
Strategi Latihan Menjelang Pertandingan
Yanuar Dhuma Ardhiyanto menyebut tim pelatih masih memiliki beberapa hari untuk memaksimalkan persiapan menjelang laga perdana. Fokus latihan akan diarahkan secara bertahap, dimulai dari peningkatan kebugaran.
“Untuk kebugaran, kami hanya tinggal meningkatkan sedikit lagi untuk mencapai level puncak. Setelah itu, kami akan fokus ke aspek taktik dengan mempertimbangkan skema permainan lawan di ASEAN Para Games 2025 ini,” ujarnya. Pendekatan bertahap ini diharapkan efektif dalam mencapai puncak performa.
Ia juga memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap. “Sejauh ini, semua dalam kondisi sehat. Tidak ada pemain yang mengalami cedera. Jadi, kami bisa menurunkan komposisi skuat yang utuh,” tambah Yanuar. Kondisi pemain yang prima menjadi modal penting bagi Tim Indonesia.
Kapten tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yahya Hernanda, menegaskan timnya siap untuk memulai latihan dan menghadapi turnamen. “Persiapan para pemain saat ini sudah sangat maksimal. Kami sudah bisa beradaptasi dengan lapangan yang akan digunakan sebagai venue pertandingan,” kata Yahya.
Yahya menjelaskan, latihan difokuskan pada latihan mengoper untuk menyesuaikan karakter lapangan yang disebutnya memiliki kondisi rumput yang tipis dan membuat bola lebih sulit untuk dikontrol. Adaptasi teknis ini sangat penting untuk performa tim.
Kesiapan Tim Basket Kursi Roda dan Target Medali
Selain sepak bola cerebral palsy, tim basket kursi roda Indonesia juga langsung menggelar latihan di Center Point Hotel Terminal 21 Nakhon Ratchasima. Pelatih tim basket kursi roda Indonesia, Salim Nurjadin, mengatakan latihan difokuskan pada pemulihan kebugaran dan adaptasi lapangan.
“Besok kita sudah memulai latihan untuk penyesuaian lapangan dan juga proses klasifikasi sebelum masuk ke nomor pertandingan pertama,” kata Salim. Proses adaptasi lapangan dan klasifikasi menjadi agenda penting sebelum pertandingan dimulai.
Salim menegaskan kesiapan tim untuk bersaing di Thailand dengan berusaha yang terbaik dan mengejar target. “Target kita Bismillah medali perak,” ujarnya. Target medali ini menjadi motivasi tambahan bagi para atlet basket kursi roda Indonesia.
Sumber: AntaraNews