Tim tenis kursi roda Indonesia tengah memperkuat strategi dan teknik permainan mereka di pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Persiapan intensif ini dilakukan menjelang partisipasi mereka dalam ajang bergengsi ASEAN Para Games Thailand 2025. Kompetisi regional tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Januari mendatang, menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik Asia Tenggara.
Pelatih tim, Satria Yuda Gontara, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyempurnakan berbagai aspek permainan. Hal ini bertujuan agar keempat atlet yang akan berlaga dapat tampil optimal dan kompetitif di setiap nomor pertandingan. Evaluasi berkala menjadi kunci untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan memastikan kesiapan maksimal para atlet.
Proses pematangan strategi dan teknik ini melibatkan simulasi pertandingan serta analisis mendalam terhadap performa atlet. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi permainan dan kepercayaan diri atlet saat menghadapi tekanan kompetisi sesungguhnya. Tim Merah Putih berambisi untuk menunjukkan performa terbaik di kancah regional.
Advertisement
Advertisement
Satria Yuda Gontara menjelaskan bahwa evaluasi terus berjalan selama pelatnas di Solo. Proses ini dilakukan secara periodik untuk memantau perkembangan atlet dan memperbaiki kekurangan yang masih ada. Tujuannya adalah mempersiapkan atlet secara optimal untuk tiga nomor pertandingan yang akan diikuti: tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra.
Setiap sesi latihan menjadi bahan penilaian penting bagi tim pelatih. Mereka menganalisis performa atlet dalam simulasi pertandingan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap periode latihan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas permainan.
Melalui evaluasi yang cermat, tim pelatih dapat menyesuaikan program latihan sesuai kebutuhan individu atlet. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa setiap atlet dapat mencapai potensi maksimal mereka. Konsistensi permainan menjadi target utama yang ingin dicapai melalui metode pelatihan ini.
Advertisement
Advertisement
Sebelum bergabung dengan pelatnas, para atlet telah menjalani pembinaan intensif di pusat latihan daerah (pelatda) masing-masing. Keempat atlet yang akan mewakili Indonesia di Thailand berasal dari Jakarta dan Yogyakarta. Mereka secara rutin telah melatih fisik dan teknik dasar di daerah asal mereka.
Fondasi fisik yang kuat ini menjadi modal berharga bagi tim pelatih di pelatnas. Satria menambahkan bahwa kondisi fisik atlet dinilai sudah terbangun dengan baik. Ini karena mereka terbiasa menjalani pola latihan terstruktur di daerah masing-masing.
Dengan bekal tersebut, pelatnas berfungsi sebagai tahap lanjutan untuk mempertajam detail permainan. Tim pelatih kini lebih menitikberatkan pada penguatan strategi, variasi teknik, serta pengambilan keputusan di lapangan. "Jadi kami di pusat tinggal mengasah dari sisi strategi permainan dan teknik, segala kekurangan yang ada, kami benahi lagi," ujar dia.
Advertisement
Advertisement
Tim tenis kursi roda Indonesia dijadwalkan akan tampil pada tiga nomor pertandingan di ASEAN Para Games Thailand 2025. Melalui persiapan yang berjenjang dan terukur, Satria Yuda Gontara menyatakan optimisme tinggi. Ia yakin para atlet mampu menunjukkan performa terbaik dan bersaing ketat di tingkat Asia Tenggara.
Dalam ajang olahraga se-Asia Tenggara tersebut, tim Merah Putih akan menurunkan total empat atlet tenis kursi roda. Mereka terdiri atas dua putra dan dua putri, siap membela nama bangsa. Para atlet yang akan berlaga adalah Kevin Sanjaya, Agus Fitriadi, Siti Hanna Komala Sari, dan Ndaru Patma Putri.
Daftar atlet ini mencerminkan kekuatan tim yang telah dipersiapkan secara matang. Diharapkan mereka dapat membawa pulang medali dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Persiapan yang komprehensif menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews