Terungkap! Ini 3 Tahap Pengawasan Ketat Dindikbud Kota Serang untuk Program Makan Bergizi Gratis
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menerapkan pengawasan berlapis tiga tahap untuk memastikan keamanan dan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, menjamin tidak ada insiden keracunan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Provinsi Banten, memberlakukan sistem pengawasan berlapis untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mekanisme ketat ini diterapkan melalui tiga tahapan guna menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa pola pantauan berlapis ini menjadi kunci utama keberhasilan program tanpa insiden keracunan. Langkah preventif ini memastikan setiap aspek penyediaan makanan memenuhi standar kebersihan dan higienitas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau hampir 60 persen sekolah di wilayah tersebut, melibatkan 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dindikbud Kota Serang menargetkan cakupan 100 persen sekolah pada awal November 2025.
Mekanisme Pengawasan Tiga Tahap Program MBG
Untuk memastikan setiap hidangan aman dikonsumsi, Dindikbud Kota Serang telah merancang tiga tahap pengawasan yang sistematis. Tahap pertama difokuskan pada pengawasan langsung di dapur tempat makanan diolah.
Kepala sekolah beserta para guru memiliki peran aktif dalam memantau kebersihan, higienitas, dan proses memasak agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pengawasan ini menjadi fondasi awal untuk mencegah kontaminasi dan memastikan kualitas bahan baku.
Tahap kedua melibatkan tim pencicip atau tester yang dibentuk dari pihak sekolah. Tim ini bertanggung jawab untuk mencicipi dan memeriksa makanan secara menyeluruh sebelum didistribusikan kepada para siswa. Ahmad Nuri menegaskan, "Ada tim tester dari sekolah. Setelah dinyatakan aman oleh mereka, barulah makanan dihidangkan kepada para siswa."
Tahap ketiga dari sistem pengawasan ini terjadi saat jam makan siswa. Pada momen ini, para guru mendampingi dan ikut makan bersama para siswa. Kehadiran guru tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai contoh dan penjamin bahwa makanan yang disajikan telah melalui proses pemeriksaan ketat.
Dampak Positif dan Target Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini telah mendapatkan sambutan yang sangat positif dari berbagai pihak, termasuk sekolah negeri maupun wali murid. Ahmad Nuri menyatakan bahwa tidak ada penolakan terhadap inisiatif ini, menunjukkan penerimaan yang luas di masyarakat.
Program yang menyasar siswa PAUD, TK, SD, dan SMP ini memiliki implikasi positif yang signifikan. "Program ini memiliki implikasi positif, dampaknya sangat terasa, terutama di daerah perkampungan yang membutuhkan asupan gizi bagi para siswa," tutup Nuri.
Hingga saat ini, Dindikbud Kota Serang melaporkan bahwa tidak ada kejadian keracunan makanan yang terjadi. Keberhasilan ini dikaitkan erat dengan pola pantauan ketat yang diterapkan di seluruh sekolah yang berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis.
Dengan target mencapai 100 persen sekolah pada awal November 2025, Dindikbud Kota Serang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program ini. Harapannya, seluruh siswa di Kota Serang dapat menerima asupan gizi yang layak dan aman, mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Sumber: AntaraNews