Terungkap! 15 Orang Serang Pekerja Jembatan di Yahukimo, Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan
Seorang pekerja proyek jembatan di Yahukimo menjadi korban percobaan pembunuhan oleh sekelompok orang tak dikenal. Polisi kini selidiki kasus penganiayaan ini untuk mengungkap para pelaku yang terlibat.
Jayapura, Papua – Seorang pekerja proyek jembatan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis, 19 September 2024, sekitar pukul 11.30 WIT, saat korban sedang melaksanakan pekerjaannya.
Korban, Muhammad Asdar (40), seorang sopir yang tinggal di komplek Paradiso, Dekai, diserang menggunakan parang hingga mengalami luka sobek. Kejadian ini berlangsung di jalan Barak Seradala KM 2, lokasi proyek tempat korban dan rekan-rekannya mengangkut batu untuk bronjong.
Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, mengonfirmasi bahwa personel Satgas Ops Damai Cartenz bersama Satuan Intelkam Polres Yahukimo sedang melakukan penyelidikan. Mereka berupaya keras untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas penyerangan ini.
Kronologi Penyerangan Sadis di Yahukimo
Penyerangan terhadap Muhammad Asdar berlangsung cepat dan brutal. Saat korban bersama rekan-rekannya tengah sibuk mengangkut batu, tiba-tiba sekelompok orang tak dikenal datang menyerang. Para pelaku menggunakan senjata tajam berupa parang, menyebabkan Asdar mengalami luka sobek yang serius.
“Kejadian terjadi Kamis (19/9) sekitar pukul 11.30 WIT saat korban bersama rekan-rekannya tengah mengangkut batu yang akan diisi ke dalam bronjong, namun tiba-tiba sekelompok orang tak dikenal datang menyerang dengan menggunakan parang hingga menyebabkan luka sobek,” kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani, Jumat di Jayapura.
Setelah diserang dan dikeroyok, Muhammad Asdar berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam truknya. Ia kemudian melarikan diri menuju Polres Yahukimo di Dekai untuk melaporkan insiden percobaan pembunuhan yang baru saja dialaminya. Keberanian korban dalam melarikan diri patut diacungi jempol.
Setelah membuat laporan resmi, korban segera dilarikan ke RSUD Dekai. Di sana, Muhammad Asdar mendapatkan penanganan medis untuk mengobati luka-luka yang dideritanya akibat serangan parang tersebut. Kondisi kesehatannya kini menjadi perhatian utama pihak berwenang.
Penyelidikan Intensif Ungkap Pelaku Penganiayaan
Pihak kepolisian, melalui Satgas Ops Damai Cartenz dan Satuan Intelkam Polres Yahukimo, langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk mengungkap identitas dan motif di balik penyerangan ini. Laporan awal menunjukkan bahwa para pelaku berjumlah cukup banyak.
Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa sekelompok penyerang tersebut terdiri dari sekitar 15 orang. Jumlah pelaku yang signifikan ini menunjukkan adanya perencanaan dalam aksi percobaan pembunuhan tersebut. Aparat keamanan kini berfokus pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi.
Brigjen Pol Faizal Rahmadani menegaskan komitmen pihaknya untuk menuntaskan kasus ini. “Anggota masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku penyerangan,” ujarnya. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindakan kriminalitas di wilayah Yahukimo ini.
Kasus penganiayaan di Yahukimo ini menjadi prioritas bagi kepolisian untuk menjamin rasa aman bagi para pekerja proyek dan masyarakat umum. Langkah-langkah preventif dan represif akan terus ditingkatkan guna menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews