Pertandingan Persipura vs Adhyaksa FC Berakhir Ricuh, 37 Kendaraan Bermotor Rusak Dibakar Massa
Massa suporter yang berada di bangku tribun sempat menyerbu ke lapangan setelah pertandingan usai.
Pertandingan sepak bola final play-off promosi yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua antara Persipura vs Adhyaksa FC pada Jumat sore berakhir ricuh setelah tim Mutiara Hitam itu kalah 0-1.
Berdasarkan video viral yang beredar, kericuhan diperparah dengan aksi pembakaran yang menghanguskan sejumlah puluhan kendaraan bermotor, mulai dari roda 6 hingga roda 2.
“Ranmor roda 6 yang rusak/terbakar: 3 unit, roda 4 yang terbakar/rusak 25 unit, roda 2 yang rusak/terbakar 9 unit,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Kombes Cahyo menyebut, selain kendaraan bermotor, polisi juga mencatat sejumlah fasilitas stadion rusak sebanyak 4 item yang terdiri dari sejumlah fasilitas dari stadion.
Berdasarkan kronologis kejadian, semua bermula saat pertandingan dimulai pada pukul 17.00 WIT. Pada menit ke-46 babak pertama, Adhyaksa FC berhasil mencetak gol dan unggul 1-0 hingga pertandingan berakhir pada pukul 19.00 WIT.
Massa Suporter di Tribun Menyerbu ke Lapangan
"Tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan, sekitar pukul 19.16 WIT, sejumlah massa suporter yang berada di tribun turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan," tutur perwira polisi berpangkat melati tiga ini.
"Situasi kemudian berkembang menjadi memanas sekitar pukul 20.00 WIT. Massa di sekitar stadion melakukan aksi perusakan fasilitas umum dan pembakaran sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar area Stadion Lukas Enembe," sambung dia.
Kombes Cahyo menambahkan, melihat situasi itu, Polda Papua bersama personel gabungan TNI-Polri segera melakukan langkah pengamanan, pengendalian massa, serta upaya pemulihan situasi guna mencegah meluasnya gangguan kamtibmas.
"Aparat keamanan langsung bergerak melakukan pengamanan dan pengendalian situasi agar kondisi dapat segera kembali kondusif. Personel gabungan langsung melakukan langkah pengamanan dan pengendalian massa guna mencegah situasi berkembang lebih luas. Hingga situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe berangsur aman dan kondusif,” ungkap Kombes Cahyo.
Penyebab Kericuhan
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kericuhan dipicu oleh tingginya emosi dan kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil pertandingan serta keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Persipura Jayapura.
Selain itu, kondisi keramaian di lokasi pertandingan juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan di sekitar stadion.
“Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat dan suporter untuk tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan,” imbuh Kombes Cahyo.
Kondisi Berangsur Kondusif
Kombes Cahyo juga menegaskan bahwa Polda Papua akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum selama kericuhan berlangsung.
"Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material maupun kemungkinan adanya korban luka akibat insiden tersebut. Sejumlah fasilitas umum, kios milik masyarakat, serta kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan dan pembakaran," catat Cahyo menutup.
Sebagai informasi, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe dilaporkan berangsur kondusif sejak pukul 23.45 WIT dan dilanjutkan dengan apel konsolidasi personel pengamanan pada pukul 00.20 WIT.
Polda Papua memastikan akan terus melakukan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi guna menjaga stabilitas keamanan serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas lanjutan.