Kericuhan Pecah di Laga Persijap vs Persis Solo, Kursi Stadion Terbang dan Fasilitas Rusak

Laga Persijap vs Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini berakhir ricuh. Suporter terlibat aksi lempar kursi hingga perusakan fasilitas di Terminal Jepara.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kericuhan Pecah di Laga Persijap vs Persis Solo, Kursi Stadion Terbang dan Fasilitas Rusak
Kericuhan Pecah di Laga Persijap vs Persis Solo, Kursi Stadion Terbang dan Fasilitas Rusak (Merdeka.com)

Pertandingan sepak bola antara Persijap Jepara menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, berakhir ricuh pada Kamis (5/3/2026).

Laga bertajuk "Derby Jateng" yang berakhir dengan skor imbang 0-0 tersebut dinodai oleh aksi saling lempar kursi antarsuporter di dalam tribun hingga berlanjut ke area publik di luar stadion. 

Kericuhan diduga bermula dari aksi saling ejek yang memicu tindakan provokatif di area tribun penonton. Situasi kian tak terkendali saat sejumlah oknum suporter mulai merusak fasilitas stadion sebagai alat untuk menyerang kubu lawan.

"Awalnya hanya kata-kata. Kemudian mulai ada gerakan provokatif. Di beberapa titik, suporter dari Solo mencabut kursi dan melemparkannya ke arah suporter Persijap,” ungkap Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto.

Pihak kepolisian sempat berupaya menertibkan massa dengan meminta pendukung tuan rumah segera mengosongkan area stadion setelah peluit panjang dibunyikan.

Namun, imbauan tersebut diabaikan oleh kelompok suporter yang justru berkumpul di jalur kepulangan tim lawan.

"Tapi, mereka tidak meninggalkan stadion, mereka berkumpul di sepanjang jalan sampai dengan titik berkumpul kendaraan Persis Solo, yaitu di Terminal Jepara,” jelas Hadi.

Akibat penumpukan massa di luar stadion, sejumlah kendaraan pribadi milik warga dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa fasilitas publik di Terminal Jepara, seperti pot bunga dan kursi tunggu, juga turut menjadi sasaran perusakan massa.

Polres Jepara bersama unsur Forkopimda segera melakukan pengamanan ketat. Polisi memastikan massa suporter tuan rumah telah membubarkan diri, sementara pendukung tim tamu mendapatkan pengawalan intensif untuk meninggalkan wilayah Jepara.

“Suporter dari Jepara sudah membubarkan diri ke rumah masing-masing. Untuk yang dari Solo kami kawal kembali ke tempat masing-masing,” tambahnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap dampak kerusakan infrastruktur maupun aset warga yang terdampak.

Hasil pendataan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai laporan resmi insiden pasca-laga.

“Ada beberapa kerusakan, kami akan segera melaporkan,” tutup Hadi.

Rekomendasi