Kronologi Kericuhan Pecah Usai Persipura Kalah, Kendaraan dan Fasilitas di Stadion Lukas Enembe Dibakar
Peristiwa itu terjadi di kawasan Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5) malam.
Video yang memperlihatkan kericuhan disertai kobaran api dan kendaraan terbakar viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di kawasan Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5) malam.
Kericuhan terjadi usai pertandingan sepak bola antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC yang berakhir dengan kemenangan Adhyaksa FC dengan skor 1-0.
Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengatakan suasana di dalam maupun sekitar stadion mulai memanas setelah pertandingan berakhir.
"Usai pertandingan, situasi di dalam maupun di sekitar stadion sempat memanas akibat luapan kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil pertandingan dan keputusan wasit," ujar Cahyo saat dikonfirmasi Sabtu (9/5/2026).
Pengamanan insiden tersebut dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige R. Renwarin, didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Muhajir, serta melibatkan sekitar 700 personel gabungan.
Massa Turun ke Lapangan dan Kejar Pemain
Cahyo menjelaskan, pertandingan dimulai pada pukul 17.00 WIT. Gol tunggal Adhyaksa FC tercipta pada menit ke-46 babak pertama dan bertahan hingga laga berakhir pada pukul 19.00 WIT.
"Tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan, sekitar pukul 19.16 WIT, sejumlah massa suporter yang berada di tribun turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan," tutur Cahyo.
Situasi kemudian semakin tidak terkendali sekitar pukul 20.00 WIT. Massa yang berada di sekitar stadion melakukan aksi perusakan fasilitas umum dan membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di area stadion.
Kendaraan dan Fasilitas Umum Dibakar
Menurut Cahyo, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak melakukan pengamanan dan pengendalian massa guna mencegah kericuhan meluas.
"Aparat keamanan langsung bergerak melakukan pengamanan dan pengendalian situasi agar kondisi dapat segera kembali kondusif. Personel gabungan langsung melakukan langkah pengamanan dan pengendalian massa guna mencegah situasi berkembang lebih luas. Hingga situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe berangsur aman dan kondusif,” kata Cahyo.
Selain kendaraan roda dua dan roda empat, sejumlah fasilitas umum dan kios milik warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Polisi Sebut Ada Dugaan Provokasi
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kericuhan dipicu tingginya emosi dan kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil pertandingan serta keputusan wasit yang dianggap merugikan Persipura Jayapura. Polisi juga menduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi keramaian untuk melakukan provokasi hingga memicu aksi anarkistis.
“Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat dan suporter untuk tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan,” imbuhnya.
Polda Papua menegaskan akan mendalami keterlibatan pihak-pihak yang diduga melakukan provokasi maupun aksi perusakan selama kericuhan berlangsung. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material dan kemungkinan adanya korban luka dalam insiden tersebut.
"Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material maupun kemungkinan adanya korban luka akibat insiden tersebut. Sejumlah fasilitas umum, kios milik masyarakat, serta kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan dan pembakaran," ungkap Cahyo.
Situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe dilaporkan mulai kondusif sejak pukul 23.45 WIT dan dilanjutkan dengan apel konsolidasi personel pengamanan pada pukul 00.20 WIT. Polda Papua memastikan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan mencegah gangguan kamtibmas lanjutan.