Komnas HAM Papua Sesalkan Kericuhan Stadion Lukas Enembe, Soroti Tanggung Jawab Panitia
Komnas HAM Papua menyesalkan insiden kericuhan di Stadion Lukas Enembe pasca laga Persipura. Pihak penyelenggara dan operator liga disorot sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kericuhan tersebut.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menyatakan penyesalannya atas kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura. Insiden ini pecah setelah pertandingan play off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura dan Adhiyaksa FC pada Jumat (8/5) lalu. Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi kejadian untuk mendalami dampak dari peristiwa tersebut.
Ramandey menekankan bahwa kericuhan pasca pertandingan sepak bola ini merupakan tragedi yang harus disikapi serius. Pihaknya mengapresiasi upaya aparat kepolisian dalam mengendalikan massa yang bertindak anarkis, meskipun ditemukan tabung gas air mata di lokasi. Menurutnya, tindakan tersebut dinilai perlu diambil oleh polisi berdasarkan rekaman video yang beredar untuk mengamankan situasi.
Lebih lanjut, Komnas HAM Papua berpandangan bahwa peristiwa kericuhan di Stadion Lukas Enembe tidak dapat berdiri sendiri. Ada hubungan sebab-akibat yang kuat, sehingga panitia penyelenggara dan operator liga dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab. Komnas HAM akan terus mendalami insiden ini, termasuk mencari faktor pemicu utama kericuhan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan.
Investigasi Komnas HAM Terkait Kericuhan Stadion Lukas Enembe
Komnas HAM RI Perwakilan Papua telah memulai investigasi menyeluruh pasca kericuhan di Stadion Lukas Enembe. Frits Ramandey mengungkapkan bahwa timnya menemukan sejumlah bukti kerusakan di lokasi kejadian. Bukti-bukti tersebut termasuk fasilitas stadion yang rusak serta kendaraan roda dua dan roda empat yang terbakar.
Pihaknya mencatat, sebanyak 30 kendaraan hangus terbakar dalam insiden kericuhan Stadion Lukas Enembe tersebut. Rinciannya adalah 20 mobil dan 10 kendaraan roda dua. Komnas HAM juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengendalikan situasi massa yang sempat anarkis.
Meskipun demikian, Komnas HAM akan terus mendalami setiap aspek dari kericuhan ini. Penemuan tabung gas air mata akan menjadi bagian dari penyelidikan untuk memastikan prosedur penanganan massa telah sesuai standar. Komnas HAM berkomitmen untuk mengungkap fakta-fakta di balik insiden tragis ini.
Tanggung Jawab Panitia dan Operator Liga dalam Insiden Kericuhan
Peristiwa kericuhan di Stadion Lukas Enembe, menurut Komnas HAM, memiliki hubungan sebab-akibat yang kompleks. Ramandey menegaskan bahwa panitia penyelenggara dan operator liga memikul tanggung jawab besar atas insiden ini. Mereka diharapkan dapat menjelaskan secara transparan mengenai persiapan dan pelaksanaan pertandingan.
Salah satu pemicu yang akan didalami adalah kekalahan tim Persipura Jayapura dalam laga tersebut. Selain itu, permintaan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) juga menjadi sorotan sebagai faktor yang mungkin memicu emosi penonton. Komnas HAM akan mencari tahu apakah ada kelalaian dalam perencanaan keamanan atau manajemen pertandingan.
Komnas HAM juga akan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait, termasuk saksi mata dan rekaman video yang beredar. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi dan penyebab pasti kericuhan. Hasil investigasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk perbaikan tata kelola pertandingan sepak bola di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews