Tangani Longsor Cisarua Bandung, Pemerintah Kerahkan 5 Klaster Penanganan
Penanganan dilakukan melalui lima klaster utama untuk mengupayakan seluruh kondisi dan kebutuhan korban tertangani secara menyeluruh.
Pemerintah mengerahkan perhatian penuh dalam penanganan pasabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, penanganan dilakukan melalui lima klaster utama untuk mengupayakan seluruh kondisi dan kebutuhan korban tertangani secara menyeluruh.
Ia menjelaskan, kluster pertama ialah SAR gabungan Basarnas yang didukung oleh unsur TNI, Polri, BPBD, dan BNPB. Ia menyebut fokus dari kluster ini ialah melakukan operasi pencarian korban yang belum ditemukan.
"Kemudian kluster kesehatan. Ada Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga," imbuh dia, usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, meninjau Posko Pengungsian, Minggu (25/1).
Kluster Logistik
Selain itu, ada juga kluster logistik yang bertugas untuk buat kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Adapun kebutuhan logistik yang disiapkan antara lain sembako, makanan siap saji, serta fasilitas pendukung seperti selimut dan perlengkapan bayi, dan lainnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ada kluster infrastruktur yang bertugas mencegah bencana susulan sekaligus menyediakan fasilitas pendukung bagi keluarga terdampak. Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, pemerintah provinsi dan kabupaten, serta relawan terus berkoordinasi dan bekerja untuk melindungi serta menyelamatkan warga.
"Kluster perlindungan sosial yang didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat yang siaga membantu korban dan keluarga terdampak," kata Pratikno.
Pemerintah pusat, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan bahu-membahu menyelamatkan warga.
"Saat ini prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian," kata Pratikno.