Pemerintah Kirim Tim Tanggap Darurat Atasi Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra

Menteri Koordinator PMK Pratikno mengerahkan tim tanggap darurat untuk menangani dampak parah banjir bandang dan longsor di Sumatra, melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Kirim Tim Tanggap Darurat Atasi Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra
Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno sigap mengerahkan tim tanggap darurat untuk mempercepat Penanganan Bencana Sumatera, meliputi longsor hingga banjir bandang di beberapa provinsi. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno baru-baru ini mengumumkan pengerahan tim tanggap darurat untuk mengatasi bencana longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Bantuan logistik dan personel telah dikirimkan ke daerah terdampak guna mempercepat penanganan krisis kemanusiaan. Ini adalah respons cepat pemerintah terhadap situasi darurat yang berkembang.

Bencana alam ini telah menimbulkan dampak signifikan di beberapa provinsi, termasuk Aceh, Sumatra Utara, khususnya di Medan dan Tapanuli, serta Sumatra Barat. Pratikno menegaskan bahwa berbagai kementerian dan lembaga terkait telah dimobilisasi penuh. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya.

Kementerian dan lembaga seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Dalam Negeri turut serta dalam upaya penanganan. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu memberikan bantuan yang komprehensif bagi para korban. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memulihkan kondisi di lokasi bencana.

Bencana banjir bandang dan longsor telah memporak-porandakan beberapa wilayah di Sumatra Utara, menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak, dengan beberapa kecamatan seperti Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang mengalami kerusakan. Ribuan keluarga harus menghadapi kenyataan pahit akibat bencana ini.

Data awal per Rabu (26 November) mencatat lebih dari 1.902 keluarga terdampak di Tapanuli Tengah. Kecamatan Kolang melaporkan jumlah terdampak tertinggi dengan 1.261 keluarga. Basarnas juga mengonfirmasi adanya satu keluarga beranggotakan empat orang yang meninggal dunia setelah tertimbun longsor di wilayah tersebut, menambah duka mendalam bagi korban banjir bandang.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor menerjang area Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru di Kecamatan Batang Toru. Basarnas melaporkan enam korban jiwa akibat banjir bandang dan tujuh warga terdampak longsor di Parsariran, Hapesong Baru. Sementara itu, Kota Sibolga juga tidak luput dari dampak parah bencana ini.

Wilayah Sibolga Selatan di Kota Sibolga mencatat dampak paling serius, dengan delapan korban jiwa dan 21 orang masih dinyatakan hilang. Laporan ini diterima oleh posko SAR hingga Rabu malam. Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan darurat dan pencarian korban yang hilang akibat bencana banjir bandang.

Menko Pratikno menjelaskan bahwa akses menuju Tapanuli dan Sibolga masih sangat terbatas akibat banjir dan longsor yang merusak infrastruktur jalan. Kondisi ini membuat bantuan udara menjadi sangat penting untuk menjangkau daerah-daerah terisolir. Pemerintah menggunakan segala cara, termasuk mengerahkan pesawat Hercules dan mengirimkan bantuan melalui jalur laut.

Komitmen pemerintah untuk mendukung upaya tanggap darurat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sangat kuat. Semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, bekerja keras untuk memulihkan akses darat yang terputus. Pemulihan infrastruktur ini krusial untuk distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat pasca banjir bandang.

Selain itu, Menko Pratikno juga mengoordinasikan penanganan pasca gempa Nias yang menyebabkan gangguan pada layanan internet. Koordinasi ini memastikan bahwa masyarakat di Nias juga dapat menerima bantuan dengan cepat. Pemerintah berharap tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut, sambil terus memantau situasi.

Untuk mendukung warga yang mengungsi, Kantor SAR Nias telah mendirikan setidaknya tiga posko evakuasi utama. Posko tersebut berada di GOR Pandan di Tapanuli Tengah, gedung SMP 5 Parombunan di Kota Sibolga, dan Rumah Sakit Bhayangkara Batang Toru. Selain itu, terdapat juga titik pengungsian tingkat desa di Tapanuli Selatan untuk menampung para korban banjir bandang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi