Tambak Pendidikan Unhas Jadi Percontohan Pengembangan Mangrove Berkelanjutan
Universitas Hasanuddin menjadikan Tambak Pendidikan Unhas di Kabupaten Barru sebagai lokasi percontohan pengembangan mangrove berkelanjutan, berkolaborasi dengan Hiroshima University, untuk riset dan inovasi.
Universitas Hasanuddin (Unhas) telah menetapkan Tambak Pendidikan Unhas yang berlokasi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sebagai pusat percontohan untuk pengembangan mangrove berkelanjutan. Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi penting dengan Hiroshima University, Jepang, yang bertujuan untuk memajukan riset dan aplikasi di bidang ekosistem pesisir. Penetapan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan kawasan pesisir yang adaptif dan produktif.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menjelaskan bahwa lokasi ini diproyeksikan sebagai laboratorium lapangan. Di sana, akan dilakukan pengujian integrasi sistem rehabilitasi mangrove dengan budidaya perikanan yang produktif, sekaligus adaptif terhadap perubahan iklim global. Langkah ini menegaskan komitmen Unhas dalam menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan lingkungan dan ekonomi di wilayah pesisir.
Dalam implementasinya, Unhas menunjuk Pusat Kolaborasi Riset Shrimp Tech sebagai lembaga utama yang akan mengoordinasikan pelaksanaan program selama tiga tahun ke depan. Pusat riset ini memiliki peran krusial dalam mengembangkan model tambak berkelanjutan serta rehabilitasi ekosistem mangrove. Kolaborasi ini juga mencakup integrasi teknologi budidaya berbasis sains yang mutakhir.
Integrasi Riset dan Budidaya Berkelanjutan di Tambak Pendidikan Unhas
Tambak Pendidikan Unhas, yang memiliki luas sekitar 22 hektar di Kabupaten Barru, tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan dan produksi bahari, tetapi juga sebagai taman eduwisata. Kawasan ini menjadi laboratorium lapangan vital bagi kegiatan penelitian, khususnya dalam menguji sistem rehabilitasi mangrove yang terintegrasi dengan budidaya perikanan.
Fokus utama proyek ini adalah menciptakan model budidaya perikanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga tangguh menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan demikian, diharapkan tercipta keseimbangan antara peningkatan hasil perikanan dan pelestarian lingkungan. Pusat Kolaborasi Riset Shrimp Tech Unhas akan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tujuan ini, dengan mengkoordinasikan seluruh tahapan program.
Peran pusat riset ini sangat luas, meliputi pengembangan model tambak berkelanjutan, upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang rusak, hingga penerapan teknologi budidaya yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang dapat direplikasi di daerah pesisir lainnya.
Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kebijakan Inovatif
Kerja sama antara Unhas dan Hiroshima University melampaui batas riset terapan, mencakup program pertukaran mahasiswa (student exchange) untuk memperkaya pengalaman akademik. Selain itu, kolaborasi ini juga mendukung pengembangan startup innovation program yang berfokus pada bidang mangrove dan akuakultur.
Kolaborasi akademik ini diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan dan teknologi antara kedua institusi. Lebih jauh, inisiatif ini juga membuka peluang bagi skema double degree, yang akan memberikan keuntungan signifikan bagi mahasiswa. Pertemuan strategis antara Unhas dan delegasi Hiroshima University sebelumnya telah membahas pengembangan proyek kolaboratif Mangrove Restoration and Aquaculture.
Dari sisi kebijakan, proyek ini juga menargetkan penyusunan rekomendasi kebijakan (policy recommendation) yang didasarkan pada hasil riset lapangan yang akurat. Rekomendasi ini diharapkan menjadi referensi penting dalam pengelolaan kawasan mangrove dan tambak yang produktif. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengelolaan tersebut tidak mengabaikan keseimbangan ekosistem yang krusial.
Vice President (International Exchange/Japanese Language Education) sekaligus Director of Morito Institute of Global Higher Education, Kazuhiko Koike, turut hadir dalam pertemuan awal yang membahas proyek ini. Kehadirannya menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam mencapai tujuan pengembangan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews