FKG UI Cetak Sejarah, Luluskan Doktor Double Degree Pertama dari Tohoku University
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) mengukir sejarah dengan meluluskan doktor double degree pertama, Dr. drg. Shalina Ricardo, hasil kolaborasi dengan Tohoku University, Jepang. Capaian ini perkuat posisi FKG UI di kancah riset global.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) mengukir sejarah baru dengan meluluskan doktor double degree pertamanya, Dr. drg. Shalina Ricardo, pada Sabtu, 18 April 2026. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi akademik internasional antara FKG UI dan Tohoku University, Jepang, yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Keberhasilan ini menegaskan komitmen FKG UI dalam menghasilkan riset inovatif di bidang kedokteran gigi berbasis bioteknologi.
Promosi doktor Dr. Shalina Ricardo menjadi tonggak penting bagi institusi pendidikan tinggi ini. Ia berhasil menyelesaikan program studi di dua universitas sekaligus, memperluas jejaring akademik internasionalnya. Dekan FKG UI, Prof. Lisa Rinanda Amir, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa ini.
Riset yang dilakukan oleh Dr. Shalina menunjukkan arah perkembangan kedokteran gigi yang semakin berbasis bioteknologi. Hal ini membuka peluang terapi yang lebih efektif di masa depan. Lulusan ini diharapkan dapat menjawab tantangan kesehatan mendatang dengan inovasi dan keunggulan, khususnya dalam bidang kedokteran gigi.
Inovasi Riset Regenerasi Tulang Berbasis Exosome
Disertasi Dr. Shalina Ricardo berfokus pada inovasi regenerasi tulang menggunakan exosome. Exosome ini berasal dari sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cells) Wharton’s Jelly. Penelitian ini menawarkan solusi atas keterbatasan metode konvensional seperti bone graft dalam menangani critical-sized bone defects.
Penelitian ini menyoroti potensi terapi berbasis cell-free yang lebih aman dan efektif. Pendekatan ini juga sangat aplikatif untuk pengembangan klinis di masa depan. Exosome adalah partikel kecil yang berperan penting dalam komunikasi antar sel.
Dalam riset ini, exosome dimanfaatkan karena kemampuannya mengirim sinyal biologis. Sinyal ini merangsang penyembuhan dan pembentukan jaringan baru pada tulang. Hasil riset menunjukkan peningkatan aktivitas osteoblas serta pembentukan mineral tulang secara signifikan pada uji laboratorium.
Pada model hewan, pemberian exosome terbukti meningkatkan volume tulang dan mempercepat penutupan defek. Temuan ini memperkuat bukti bahwa exosome dari Wharton’s Jelly memiliki potensi besar sebagai terapi regeneratif inovatif. Pendekatan ini tidak hanya membuka peluang baru dalam bidang kedokteran gigi, tetapi juga dapat diaplikasikan lebih luas pada bidang bioteknologi kesehatan dan rekayasa jaringan.
Penguatan Kolaborasi Internasional dan Reputasi Global FKG UI
Keberhasilan Dr. Shalina Ricardo juga menandai implementasi sukses program double degree FKG UI. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Tohoku University, Jepang. Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh studi di dua institusi sekaligus, memperluas jejaring akademik internasional.
Melalui program ini, mahasiswa dapat memperluas jejaring akademik internasional. Hal ini juga memperkuat reputasi FKG UI sebagai fakultas yang berorientasi global. Fakultas berkomitmen menghasilkan lulusan yang unggul dan inovatif dalam menjawab tantangan kesehatan di masa depan.
Promosi doktor ini menegaskan peran FKG UI sebagai pusat pengembangan ilmu kedokteran gigi. Fakultas ini adaptif terhadap perkembangan bioteknologi terkini. FKG UI tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset berkelas dunia.
Fakultas juga membangun ekosistem akademik yang mendukung inovasi. Ekosistem ini mendorong kolaborasi internasional dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ini adalah langkah maju dalam menjawab tantangan kesehatan di masa depan dan memperkuat posisi FKG UI dalam kancah global.
Sumber: AntaraNews