Bappenas Gandeng Undana Kembangkan Innovation Hub Hilirisasi Rumput Laut di Sumba Timur
Kementerian PPN/Bappenas bersama Undana berkolaborasi mengembangkan Innovation Hub untuk hilirisasi rumput laut di Sumba Timur, mengintegrasikan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri serta meningkatkan nilai tambah komoditas strategis ini.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang meluncurkan inisiatif strategis di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan Innovation Hub Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Kabupaten Sumba Timur dipilih sebagai proyek percontohan nasional untuk hilirisasi rumput laut, sebuah langkah penting bagi ekonomi maritim. Inisiatif ini diharapkan mampu mengintegrasikan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat secara langsung.
Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas, Aldy Mardikanto, menekankan bahwa rumput laut merupakan penggerak utama ekonomi di NTT. Program ini juga mendapatkan dukungan signifikan dari Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI).
Kolaborasi Strategis untuk Inovasi Maritim
Pengembangan Innovation Hub ini memiliki tujuan mulia untuk memastikan riset para dosen tidak hanya berhenti di perpustakaan semata. Sebaliknya, hasil penelitian dan inovasi dapat diaplikasikan langsung di masyarakat guna mendorong kemajuan ekonomi lokal.
Kemitraan antara Bappenas dan Undana ini berfokus pada pengembangan komoditas rumput laut yang memiliki potensi ekonomi sangat besar. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekonomi maritim berbasis inovasi di Kawasan Timur Indonesia.
Dukungan kuat dari KONEKSI, sebuah platform yang didanai Pemerintah Australia, semakin memperkuat inisiatif penting ini. KONEKSI berperan aktif dalam memperkuat kolaborasi riset dan inovasi di berbagai wilayah timur Indonesia.
Sumba Timur sebagai Pusat Hilirisasi Rumput Laut Nasional
Kabupaten Sumba Timur dipilih secara cermat sebagai lokasi pilot proyek karena potensi besar dalam budidaya rumput lautnya. Wilayah ini juga menawarkan peluang inovasi sosial ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir setempat.
Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan kesiapan penuh kampusnya dengan fasilitas Teaching Factory yang modern. Fasilitas ini akan mendukung penuh proses hilirisasi produk rumput laut berbasis riset yang telah dikembangkan.
Inovasi yang telah dikembangkan di laboratorium, mulai dari bibit unggul hingga teknik pengolahan karagenan, kini memiliki jalur hilirisasi yang jelas melalui kerja sama ini. Teaching Factory akan mengolah rumput laut dari bahan mentah menjadi produk setengah jadi maupun siap pakai yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Meningkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Hilirisasi komoditas rumput laut perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi untuk secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ini mencakup tidak hanya produksi bahan mentah, tetapi juga pengembangan berbagai produk turunan.
Pakar Budidaya Perairan Undana, Prof. Marcelien Ratoe Oedjoe, menyoroti pentingnya pengolahan turunan seperti tepung karagenan hingga pakan ternak. Diversifikasi produk ini akan menciptakan nilai ekonomi yang jauh lebih besar bagi petani rumput laut.
Jika model pengembangan ekosistem rumput laut di Sumba Timur ini berhasil mencapai tujuannya, diharapkan dapat direplikasi secara luas. Model sukses ini berpotensi diterapkan di wilayah lain provinsi berbasis kepulauan tersebut, membawa dampak positif yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews