Tahukah Anda? Kasus Stunting di Bangkalan Turun Drastis, Ini Peran Keluarga Atasi Stunting!
TP-PKK Bangkalan gencar kampanyekan pentingnya peran keluarga atasi stunting. Bagaimana strategi mereka hingga angka stunting di wilayah tersebut turun signifikan?
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, secara aktif mengampanyekan pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita.
Kampanye ini bertujuan utama untuk menekan angka kasus stunting di wilayah tersebut. Kegiatan dialog dengan ibu-ibu rumah tangga ini dilaksanakan di Kecamatan Tanah Merah pada Senin, 6 Oktober.
Kecamatan Tanah Merah merupakan salah satu lokus kasus stunting di Kabupaten Bangkalan, namun berkat program Gerakan Terpadu Penanganan Kasus Stunting (Gardu Stunting), kasus di area ini berhasil ditekan.
Keluarga sebagai Gerbang Utama Pencegahan Stunting
Ketua TP-PKK Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim, menegaskan bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan balita. Oleh karena itu, setiap keluarga dituntut untuk memahami secara mendalam tentang kesehatan, gizi seimbang, dan metode efektif untuk mencegah stunting.
"Keluarga adalah gerbang utama kesehatan balita. Oleh karena itu, keluarga dituntut untuk memahami banyak hal tentang kesehatan, makanan bergizi dan cara mencegah stunting," ujar Lutfiyana Lukman Hakim dalam acara dialog di Kecamatan Tanah Merah.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program Gardu Stunting di Tanah Merah menunjukkan efektivitas pendekatan kolaboratif. Lutfiyana kembali hadir untuk mengingatkan pentingnya penanganan kasus stunting melalui peningkatan peran aktif keluarga.
Edukasi dan Peran Kader Posyandu dalam Penurunan Angka Stunting
TP-PKK Bangkalan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, telah melaksanakan pelatihan dan pembinaan intensif kepada para kader posyandu. Pelatihan ini fokus pada edukasi pencegahan stunting melalui perilaku hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.
Para kader posyandu ini nantinya akan memberikan bimbingan langsung dari rumah ke rumah, memastikan informasi penting sampai ke setiap keluarga. Lutfiyana mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dan mengikuti saran yang disampaikan oleh kader.
"Kalau ada kader posyandu datang mohon diperhatikan saran yang disampaikan, mohon diikuti dan laksanakan, sehingga kasus stunting bisa kita cegah," pinta Lutfiyana. Istri Bupati Bangkalan ini juga mengajak seluruh Ketua TP-PKK kecamatan dan desa untuk terus menggalakkan sosialisasi program posyandu.
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan balita sangat dibutuhkan. "Anak-anak harus mendapatkan perhatian sejak dini. Maka dari itu, para ibu perlu memiliki kesadaran untuk datang ke posyandu agar mendapatkan pengarahan tentang pola pengasuhan yang benar,” tegas Lutfiyana.
Dampak Positif Kampanye dan Penurunan Signifikan Kasus Stunting
Kegiatan kampanye pencegahan stunting melalui peran aktif keluarga ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah edukasi, tetapi juga sebagai ajang silaturahim. Ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman antar-pengurus TP-PKK, yang pada gilirannya memperkuat peran perempuan dalam mendukung program kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bangkalan.
Upaya masif ini telah membuahkan hasil yang sangat signifikan. Angka kasus stunting di Kabupaten Bangkalan yang awalnya mencapai 60 persen, kini telah berhasil ditekan secara drastis.
Sejak tahun 2024, kasus stunting di Bangkalan turun menjadi 10 persen. Penurunan drastis ini menunjukkan efektivitas program dan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat berkat kampanye peran keluarga atasi stunting.
Sumber: AntaraNews