Prevalensi 37,5 Persen: TP PKK Dorong Percepatan Penurunan Stunting Jayawijaya di 40 Distrik
Dengan prevalensi stunting Jayawijaya mencapai 37,5%, TP PKK setempat gencar mobilisasi 40 distrik. Bagaimana strategi mereka menekan angka ini demi generasi emas?
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengambil langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting. Inisiatif ini difokuskan pada 40 distrik di wilayah tersebut yang masih menghadapi tantangan serius terkait gizi anak. Langkah ini menjadi prioritas mengingat tingginya prevalensi stunting di Jayawijaya yang memerlukan penanganan komprehensif.
Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murib, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu program utama mereka. Program ini dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya di tingkat kampung dan distrik. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang signifikan dalam upaya penurunan stunting.
Prevalensi stunting di Kabupaten Jayawijaya saat ini tercatat kurang lebih sebesar 37,5 persen, angka yang masih cukup tinggi secara nasional. Kondisi ini mendorong TP PKK untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga mengajak lembaga swasta dan negeri untuk memiliki kepedulian yang sama. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah tersebut.
Tingginya Angka Stunting di Jayawijaya dan Peran TP PKK
Angka prevalensi stunting yang mencapai 37,5 persen di Kabupaten Jayawijaya menunjukkan urgensi penanganan masalah gizi ini. Kondisi ini menempatkan Jayawijaya sebagai salah satu daerah dengan tantangan stunting yang serius di Indonesia. TP PKK Jayawijaya menyadari bahwa masalah stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dalam menghadapi tantangan ini, dr. Idawati Waromi Murib menyatakan, "Kami akan mendorong TP PKK kampung dan distrik di Kabupaten Jayawijaya untuk terlibat secara nyata dalam penanganan masalah stunting di wilayahnya." Pernyataan ini menunjukkan komitmen TP PKK untuk memberdayakan struktur organisasi mereka hingga ke tingkat paling bawah. Keterlibatan aktif ini mencakup 328 kampung dan empat kelurahan yang ada di Jayawijaya.
Kehadiran TP PKK diharapkan dapat bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis pemerintah. Sinergi ini penting untuk memastikan program penanganan stunting berjalan efektif dan terkoordinasi. Dengan demikian, upaya penurunan stunting di Jayawijaya dapat dilakukan secara holistik dan berkelanjutan, menyentuh setiap keluarga yang membutuhkan.
Strategi Konkret Penanganan Stunting Melalui Program Gizi
Salah satu bentuk dukungan konkret yang diusung oleh TP PKK dalam penanganan stunting adalah pemberian makanan bergizi. Program ini ditujukan secara khusus bagi bayi di bawah lima tahun (balita), serta ibu hamil dan menyusui. Pemberian asupan gizi yang cukup dan seimbang merupakan kunci utama dalam mencegah dan mengatasi stunting sejak dini.
Dr. Idawati menjelaskan, "Pemberian makanan tambahan bergizi akan diberikan kepada balita dan juga ibu hamil dan menyusui melalui program Posyandu. Kami akan terlibat langsung dalam setiap program Posyandu di kampung." Keterlibatan langsung TP PKK di Posyandu menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan bantuan gizi sampai kepada yang berhak. Posyandu menjadi garda terdepan dalam implementasi program ini.
Melalui berbagai program pemerintah daerah dan TP PKK, diharapkan kasus stunting di Kabupaten Jayawijaya dapat terus tertangani. Tujuan utamanya adalah memastikan balita di daerah ini tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendapatkan asupan gizi yang memadai. Dengan demikian, generasi muda Jayawijaya dapat tumbuh menjadi generasi emas yang sehat dan cerdas, siap menghadapi masa depan.
Sumber: AntaraNews