Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti peran vital Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai garda terdepan. Mereka aktif menyosialisasikan upaya pencegahan stunting di tengah masyarakat Kepulauan Riau. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Kepri, Muhammad Bisri, pada Sabtu, 23 November.
Peran TP PKK sangat krusial dalam mendukung program penurunan angka stunting di provinsi tersebut. Kolaborasi ini telah menunjukkan hasil nyata dalam menekan prevalensi stunting. Data terbaru menunjukkan penurunan signifikan di berbagai wilayah Kepri.
Bisri menekankan pentingnya dukungan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama. Hal ini termasuk pemanfaatan posyandu dan fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk mencegah stunting pada anak-anak secara efektif.
Advertisement
Advertisement
Muhammad Bisri menyampaikan bahwa angka stunting di Kepri saat ini berada pada 15 persen. Data ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun 2023 yang sebesar 16,8 persen.
Dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, Kabupaten Bintan menjadi salah satu daerah dengan penurunan angka stunting yang cukup signifikan. Angka stunting di Bintan turun dari 18 persen menjadi 11 persen. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan program.
Penurunan tersebut mencerminkan kolaborasi yang baik antara PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai lini terdepan. Mereka bersinergi dalam upaya pencegahan stunting. Bisri menambahkan, "Untuk itu, mari kita bersama-sama peduli dan bersinergi dalam menurunkan angka stunting di Kepri."
Advertisement
Advertisement
Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, menjelaskan bahwa upaya mencegah stunting merupakan bagian dari 10 Program Pokok PKK. Fokus utamanya adalah pada bidang kesehatan. Hal ini menunjukkan komitmen TP PKK.
TP PKK telah menjalankan sejumlah program dalam upaya pencegahan stunting di Kepri. Mereka turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait bahaya serta cara mencegah stunting. Selain itu, TP PKK juga aktif berperan bersama posyandu.
Peran tersebut mencakup pengumpulan data, mengoordinasikan program, serta mencari solusi. Ini dilakukan apabila ditemukan bayi dan balita yang berisiko stunting di lingkungan masyarakat. Pendekatan ini memastikan penanganan yang komprehensif.
Advertisement
Dewi Ansar menyebutkan beberapa program unggulan TP PKK yang menyasar pencegahan stunting. Program tersebut antara lain Kampung CERIA, Dapur Sehat Atasi Stunting, serta peningkatan pemenuhan gizi seimbang. Sosialisasi konsep Isi Piringku, yang terdiri atas karbohidrat, protein, sayur, dan buah, juga terus digalakkan.
Advertisement
Dewi menekankan pentingnya penguatan sinergi dengan seluruh pihak. Ini melibatkan pemerintah kabupaten/kota, Dasawisma PKK, posyandu, maupun masyarakat. Tujuannya adalah agar bersama-sama memantau serta cepat tanggap dalam mencegah dan menangani keluarga berisiko stunting.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan sistem yang responsif terhadap kasus stunting. Dengan demikian, setiap kasus dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu. Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.
Dewi, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kepri, mengajak seluruh masyarakat menjaga anak-anak agar terhindar dari stunting. Anak-anak merupakan generasi emas bagi masa depan daerah. Beliau menegaskan, "Ayo, jaga anak-anak kita dari stunting. Anak sehat dan cerdas adalah cikal bakal generasi emas Kepri."
Advertisement
Sumber: AntaraNews