Sri Mulyani hingga Zulhas jadi Pemateri Retreat Kepala Daerah, Bakal Beri Arahan soal Program Prioritas Nasional
Retreat kepala daerah tersebut dilakukan pada 21 Februari hingga sepekan ke depan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan akan ada sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang mengisi pembekalan dalam acara retreat kepala daerah di Akademi Militer, Magelang. Diketahui acara tersebut dilakukan pada 21 Februari hingga sepekan ke depan.
"Ya ada (pembekalan dari menteri), kami inginnya sebetulnya seluruh menteri juga memberikan materi," kata Bima di Jakarta, seperti dikutip Selasa (18/2).
Bima mengatakan, tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mengatur penjadwalan menteri yang akan dihadirkan sesuai kebutuhan dan program prioritas nasional.
"Kami mengatur menteri-menteri yang diperlukan untuk memberikan arahan atau penjelasan tentang program-program prioritas nasional. Itu yang akan kemudian mendapatkan kesempatan untuk berbicara," jelas Bima.
Bima menuturkan, sejumlah menteri yang dipastikan hadir seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hingga Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas.
"Sri Mulyani akan berbicara tentang efisiensi misalnya, Kepala Badan Gizi akan menjelaskan tentang program makan bergizi gratis, Kemudian Menteri Pertanian dan Menko Pangan akan berbicara dengan target-target swasembada pangan kira-kira begitu," kata Bima.
Tidak Ada Pemateri Asing
Bima memastikan, dalam kesempatan ini tidak ada pemateri asing. Berbeda seperti pembekalan para menteri yang sebelumnya sempat diisi oleh pembicara global.
"Tidak ada, seluruhnya adalah dari kementerian dan lemhannas, dari menteri dan Lemhannas," jelas Bima.
Bima menegaskan, menteri yang akan menjadi pemateri pun tidak akan didisposisi dengan pejabat eselon. Terkecuali wakil menteri yang masih bisa diterima.
"Jadi kalau tidak bisa menteri, berarti tidak bisa memberikan materi, bukan oleh eselon 1 atau eselon 2, jadi harus langsung menterinya yang memberikan paparan, kalau menterinya tidak bisa, wakil menteri masih memungkinkan Karena anggota kabinet tentu sangat paham juga," dia menandasi.