Satu Pekerja Meninggal Dunia Akibat Longsor Morowali di Area PT IMIP
Tragedi Longsor Morowali di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menelan satu korban jiwa dan menimbun alat berat, mendorong BNPB mengimbau kewaspadaan tinggi.
Jakarta, 20 Februari 2026 – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di kawasan industri vital Indonesia, kali ini melanda Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia dan sejumlah alat berat tertimbun material longsor.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kejadian nahas tersebut berlangsung di area PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), tepatnya di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor alam di wilayah pertambangan dan industri.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengkonfirmasi bahwa longsor terjadi di area operasional perusahaan. Tim SAR gabungan di Morowali segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat, meskipun kondisi material longsor masih labil dan berisiko.
Kronologi dan Dampak Longsor di PT IMIP
Longsor Morowali yang terjadi di area operasional PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menyebabkan kerugian besar. Peristiwa ini tidak hanya menelan satu korban jiwa, tetapi juga menimbun sejumlah alat berat di bawah material tanah yang bergerak.
BNPB melalui Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, telah mengkonfirmasi insiden ini. Longsor terjadi secara tiba-tiba, memerangkap seorang pekerja yang akhirnya ditemukan meninggal dunia di bawah timbunan material.
Kondisi material longsor yang masih labil menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi. Hal ini memerlukan kehati-hatian ekstra dalam setiap langkah penanganan untuk menghindari risiko longsor susulan yang dapat membahayakan petugas di lapangan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Tim SAR gabungan di Morowali segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Prioritas utama adalah menemukan korban yang tertimbun dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan para petugas.
Berdasarkan pembaruan data hingga Kamis, 19 Februari, tim SAR berhasil menemukan korban. Setelah proses identifikasi dilakukan, jenazah korban segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
BNPB terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Upaya ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko lanjutan yang mungkin timbul di lokasi kejadian pasca-longsor.
Imbauan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi
Menyikapi kejadian Longsor Morowali ini, BNPB mengimbau masyarakat dan pihak pengelola kawasan industri untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, sangat tinggi terutama di wilayah dengan kondisi tanah yang labil dan rawan pergerakan.
Pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak buruk. Edukasi mengenai tanda-tanda awal longsor dan jalur evakuasi harus terus digalakkan di area-area berisiko tinggi.
Koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, BNPB, dan pihak industri sangat krusial dalam menyusun rencana kontingensi dan respons cepat. Langkah preventif dan responsif yang terpadu diharapkan dapat melindungi nyawa dan aset di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews