13 Hari Pasca Longsor Limbah Tambang di Morowali: 2 Korban Tewas, 1 Belum Ditemukan
Total korban yang telah ditemukan sebanyak dua orang dan semuanya dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban belum ditemukan.
Tim SAR mengevakuasi satu korban tertimbun material longsor limbah industri di area kerja PT QMB di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
"Korban sudah meninggal dunia dan berhasil dievakuasi sekitar Pukul 11:40 Wita," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu Muh Rizal melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Kamis (3/4). Dilansir Antara.
Setelah berhasil dievakuasi selanjutnya jenazah dibawa ke klinik PT IMIP untuk proses identifikasi dan hasil identifikasi identitas korban telah diketahui atas nama Irvan Tandi beralamat di Kecamatan Walendrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
"Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.
Untuk diketahui, peristiwa longsor terjadi pada 22 Maret 2025 sekitar Pukul 12:10 Wita, tiga unit excavator bersama operator tertimbun, dari peristiwa itu.
Total korban yang telah ditemukan sebanyak dua orang dan semuanya dalam kondisi meninggal dunia. Kedua korban tersebut adalah Demianus dan Irvan Tandi. Korban lainnya yang belum ditemukan dan dinyatakan hilang adalah Muhamad Akbar.
"Satu korban lagi sudah ditemukan. Hingga 13 hari peristiwa itu satu korban lainnya atas nama Muhamad Akbar masih dinyatakan hilang," ujarnya.
Setelah penemuan korban tersebut kini operasi SAR telah ditutup. Selanjutnya dilakukan pemantauan, yang mana jumlah tim SAR gabungan terlibat kutang lebih 26 orang terdiri dari personel Pos SAR Morowali, TNI/Polri, tim pemadam kebakaran PT IMIP, Diver Maroa Morowali, PA Forel Bahodopi dan manajemen/safety PT IMIP.
"Kami turut berduka atas peristiwa ini dan keluarga ditinggalkan selalu tegar," ucapnya.