Saksi Bisu Kesadisan Suami di Bidara Cina Bakar Istri Hidup-Hidup
Sebuah barikade plastik merah penuh coretan graffiti berdiri kokoh di halaman depan, sementara di belakangnya sebuah sepeda motor tertutup terpal putih.
Suasana di sebuah kontrakan di Gang Tanjung Lengkong, Bidara Cina, tampak sepi pada Rabu (15/10) sore. Di depan rumah sederhana itu, garis polisi terbentang, memalang pagar.
Sebuah barikade plastik merah penuh coretan graffiti berdiri kokoh di halaman depan, sementara di belakangnya sebuah sepeda motor tertutup terpal putih.
Rumah itu jadi saksi bisu aksi brutal suami kepada istrinya, dua hari lalu. Bau hangus tercium, disusul suara histeris seorang perempuan muda CAU (24) keluar dari kamar dengan kondisi luka bakar.
Tetangga, yang masih bagian dari keluarga panik, buru-buru mereka menyiramkan air untuk mematikan api yang menjalar ke wajah CAU.
Tak lama, CAU langsung dilarikan ke RS Hermina Jatinegara dengan luka bakar serius di wajah dan tubuh bagian atas.
Begitulah penuturan seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Dia enggan disebutkan namanya. Bukan tanpa alasan, ia khawatir keterangan kepada awak media, malah membuat hubungan dengan warga di sekitar menjadi tak harmonis.
Sosok Pelaku di Mata Keluarga
Dia menuturkan, pelaku pembakaran YPT (26) atau dikenal dengan nama Ance, yang tak lain suaminya sendiri.
Nama Ance sempat jadi buronan polisi setelah terjerat kasus perusakan gerobak bubur gara-gara urusan Rp5.000 pada tahun lalu. Semenjak kasus ini, Ance sempat menghilang.
"Iya benar itu orangnya. Sejak itu enggak ada, pergi-pergi. Dia enggak di sini enggak tahu tinggal di mana," kata wanita itu saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu (15/10).
Dia muncul lagi pada 13 Oktober 2025. Ketika itu, ia datang untuk menjenguk omanya, tapi kunjungan itu malah berujung tragis.
"Dia lagi jenguk omanya. Kemudian katanya curhat-curhat di kamar (sama istrinya), dia marah emosi," ujar dia.
"Langsung disiram apa terus dibakar. Ada luka di bagian wajah," timpalnya lagi.
Seketika terdengar suara dari dalam kamar yang menyedot perhatian tetangga sekitar. Mereka semua yang masih keluarga dengan korban berbondong-bondong mendekati sumber suara. Betapa kagetnya, korban terlihat sudah dalam kondisi terbakar.
"Saudaranya datang menolong pada siramin air," ucap dia.
Polisi langsung datang, memeriksa lokasi, dan memasang garis polisi. Sementara itu, Ance sudah melarikan diri dan tidak diketahui keberadaanya hingga saat ini.
"Tiba-tiba ada polisi ramai. Senin, 13 Oktober siang jam 9-an," ucap dia.
Warga sekitar mengenal Ance sebagai orang yang baik dan tak punya masalah dengan tetangga sekitar. Dia menuturlan, Ance pernah terjerat kasus gerobak bubur setahun silam. Karena kasus itu, Ance dicari-cari polisi.
"Engga rese sama warga. Dia gak tinggal di sini udah langsung kabur," dia menandaskan.