Rumah Amal Salman Gelar Pasar Murah di Garut, Ringankan Beban Warga Pelosok
Rumah Amal Salman kembali menggelar Pasar Murah di Garut, tepatnya di Desa Karyasari, Banyuresmi, untuk membantu warga pelosok memenuhi kebutuhan pokok dengan harga subsidi, terutama di bulan Ramadhan.
Lembaga sosial non-pemerintah Rumah Amal Salman kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Kali ini, mereka menggelar pasar murah sembako di Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban biaya hidup serta memenuhi kebutuhan gizi warga di daerah pelosok. Pasar murah ini merupakan bagian dari program Kampung Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Salman.
Acara berlangsung pada hari Jumat, 27 Februari, di Kampung Curug, Desa Karyasari, dengan menyediakan 250 paket kebutuhan pangan pokok bagi masyarakat setempat.
Dukungan Berkelanjutan untuk Warga Karyasari
Desa Karyasari telah menjadi desa binaan Rumah Amal Salman sejak tahun 2022. Fokus utama pembinaan adalah mengatasi permasalahan kasus stunting yang kerap melanda anak-anak di wilayah tersebut.
Pengurus Rumah Amal Salman Kabupaten Garut, Usep Tahmid Abdullah, menjelaskan bahwa pemantauan terus dilakukan terhadap perkembangan anak. Perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui.
Penyediaan kebutuhan gizi yang mudah diakses dan terjangkau menjadi prioritas. Hal ini untuk memastikan pertumbuhan optimal anak-anak serta kesehatan ibu.
Program pasar murah ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan berkelanjutan dari Rumah Amal Salman. Ini juga menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sembako Subsidi dan Antusiasme Warga
Dalam kegiatan pasar murah kali ini, Rumah Amal Salman menyiapkan 250 paket barang pangan. Paket tersebut berisi komoditas penting seperti beras, telur, minyak goreng, dan beberapa jenis sayuran yang sangat dibutuhkan rumah tangga.
Setiap paket dapat dibeli oleh warga dengan harga subsidi sebesar Rp37 ribu. Harga normal untuk paket serupa di pasaran adalah Rp55 ribu, menunjukkan adanya subsidi yang signifikan dari lembaga amal tersebut.
Usep Tahmid Abdullah menyatakan bahwa kegiatan pasar murah di bulan Ramadhan ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan oleh Rumah Amal Salman. Sumber anggaran subsidi berasal dari dana zakat yang berhasil dihimpun dan dikelola dengan baik oleh lembaga ini.
Warga penerima manfaat, seperti Atikah (56), mengungkapkan rasa senangnya dan sangat terbantu dengan adanya inisiatif ini. Ia merasa harga sembako yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran, terutama saat bulan Ramadhan yang biasanya diiringi kenaikan harga.
Atikah mencontohkan, harga minyak goreng turun dari Rp20 ribu menjadi Rp14 ribu per liter, sebuah penghematan yang berarti. Sementara itu, telur yang biasanya Rp9.500 per seperempat kilogram kini hanya Rp6.000, sangat meringankan beban belanja harian.
Harapan besar dari Rumah Amal Salman adalah agar Pasar Ramadhan ini tidak hanya dapat meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Lebih dari itu, diharapkan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka secara optimal selama bulan suci ini.
Sumber: AntaraNews