Ribuan Warga Padati Festival Perang Air Riau di Selatpanjang, Meriahkan Imlek 2577
Ribuan warga dan wisatawan memadati Festival Perang Air Riau di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang meriah dan penuh makna.
Ribuan warga dan wisatawan memadati Festival Perang Air yang diselenggarakan di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, pada Selasa sore. Acara ini merupakan salah satu kegiatan utama dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 yang penuh suka cita.
Festival budaya tahunan yang telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) ini secara resmi dilepas oleh Bupati Kepulauan Meranti Asmar. Ia didampingi oleh Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Herry Heryawan, menandai dimulainya kemeriahan.
Penyelenggaraan Festival Perang Air Riau ini memiliki tujuan ganda, yakni melestarikan tradisi masyarakat setempat yang telah turun-temurun. Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat secara signifikan mendorong sektor pariwisata daerah, menarik lebih banyak pengunjung ke Kepulauan Meranti.
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, menegaskan bahwa Festival Perang Air merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah. Komitmen ini ditujukan untuk mengangkat, memelihara, dan melestarikan tradisi masyarakat agar dikenal lebih luas oleh publik. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan festival sebagai daya tarik wisata unggulan.
Asmar juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada partisipasi aktif masyarakat Selatpanjang, khususnya warga keturunan Tionghoa di daerah tersebut. Mereka konsisten menjaga tradisi unik ini setiap tahunnya, menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Konsistensi ini menjadi kunci utama keberlanjutan serta kesuksesan festival.
Perayaan Imlek tahun ini memiliki makna ganda karena berdekatan dengan bulan suci Ramadhan, menciptakan suasana toleransi. Bupati Asmar melihat peristiwa ini sebagai kesempatan penting untuk mempererat persatuan lintas suku dan agama di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini menunjukkan nilai kebersamaan yang kuat di tengah perbedaan.
Ajakan Menjaga Ketertiban, Kebersihan, dan Persatuan
Melalui momentum Festival Perang Air Riau yang meriah ini, Bupati Asmar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin kekompakan. Ia menekankan pentingnya saling menghargai dan menghormati antar suku, etnis, serta budaya yang beragam. Hal ini esensial demi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang aman dan damai bagi semua penduduknya.
Selain itu, Bupati Asmar juga mengimbau seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk senantiasa menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Ketertiban adalah kunci utama kelancaran sebuah acara besar yang melibatkan ribuan orang, memastikan semua berjalan lancar.
Imbauan lain yang disampaikan adalah mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar festival. Bupati mengajak warga untuk secara aktif melaksanakan kerja bakti usai kegiatan. Tujuannya agar lingkungan tetap bersih, nyaman, dan indah bagi seluruh masyarakat serta wisatawan.
Kehadiran Tokoh Penting dan Sejarah Festival yang Menginspirasi
Acara pembukaan Festival Perang Air di Selatpanjang ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari berbagai instansi. Di antaranya adalah Wakapolda Riau Brigjen Hengky, bersama jajaran pejabat utama Polda Riau. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut memeriahkan acara tersebut.
Kehadiran salah seorang pencetus Perang Air, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menambah nilai historis dan kebanggaan pada festival ini. Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat ini menjabat sebagai Kabid Humas Polda Riau, menunjukkan dukungan terhadap pelestarian tradisi.
Festival Perang Air Riau, dengan sejarah panjang dan nilai budayanya, terus menjadi magnet bagi warga lokal dan wisatawan. Ini membuktikan bahwa tradisi yang dijaga dengan baik dapat menjadi aset budaya dan pariwisata yang berharga, memperkaya identitas daerah.
Sumber: AntaraNews