Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Tangerang Diprediksi 18 Maret, Petugas Siaga Penuh
Polresta Tangerang memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayahnya jatuh pada 18 Maret, dengan berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Banten, memprediksi puncak kepadatan arus lalu lintas kendaraan masa mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Prediksi ini berlaku untuk wilayah Tangerang dan akan terjadi pada 18 Maret 2026 mendatang.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Lalu Lintas (Turjawali) Polresta Tangerang, Iptu Asep Dedi Budiman, menyampaikan informasi ini di Tangerang pada Jumat. Prediksi ini berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang telah dilaksanakan.
Peningkatan volume arus mudik diproyeksikan akan cukup signifikan mengingat libur atau cuti bersama bagi pekerja dan ASN akan segera dimulai. Hal ini menjadi faktor utama lonjakan pergerakan masyarakat.
Antisipasi Lonjakan Volume Kendaraan di Puncak Arus Mudik Tangerang
Polresta Tangerang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan volume arus lalu lintas yang diperkirakan terjadi. Sejumlah petugas gabungan akan berfokus pada jalur-jalur utama mudik dan balik Lebaran.
Fokus utama pengamanan meliputi titik-titik rawan kemacetan serta area peristirahatan (rest area) di sepanjang Tol Tangerang-Merak. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Iptu Asep Dedi Budiman menjelaskan bahwa pemetaan telah dilakukan terhadap empat titik kemacetan di Jalan Arteri Tangerang menuju Serang. Pemetaan ini krusial untuk penempatan personel dan rekayasa lalu lintas yang efektif.
Prediksi Arus Balik dan Rekayasa Lalu Lintas
Selain puncak arus mudik, analisis data pergerakan lalu lintas juga memprediksi puncak arus balik Lebaran. Arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Maret 2026.
Tanggal ini bertepatan dengan berakhirnya masa libur bersama bagi sebagian besar masyarakat dan pekerja. Persiapan serupa juga akan diterapkan untuk mengelola arus kendaraan kembali ke kota asal.
Berbagai rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengendalikan kendaraan yang masuk wilayah Kabupaten Tangerang. Skema ini akan diterapkan baik di jalur Tol maupun Jalan Arteri.
Tujuannya adalah untuk meminimalkan penumpukan kendaraan dan memastikan distribusi lalu lintas yang merata. Ini penting untuk mencegah kemacetan parah di pintu masuk dan keluar Tangerang.
Kolaborasi dan Pos Pengamanan Terpadu
Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, Polresta Tangerang akan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini melibatkan operator dan pengelola jalan tol, Jasa Marga, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang.
Antisipasi juga dilakukan dengan mendirikan sebanyak 12 pos pengamanan dan pos pelayanan pemudik. Pos-pos ini akan tersebar di sejumlah ruas jalan yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Tangerang.
Titik pengamanan di wilayah perbatasan juga akan diperketat dengan penambahan personel. Iptu Asep Dedi Budiman menyebutkan penempatan personel dari perbatasan Metro atau Tangsel hingga perbatasan Kabupaten Serang.
Khusus di jalur tol, akan tersedia dua pos pelayanan strategis. Pos-pos ini berlokasi di Km 43 dan Km 45, siap melayani kebutuhan dan informasi bagi para pemudik yang melintas.
Sumber: AntaraNews