PTBA Luncurkan Program EcoGrow Mom, Berdayakan Perempuan Melalui Urban Farming
PT Bukit Asam (PTBA) meluncurkan program EcoGrow Mom di Muara Enim, memberdayakan perempuan desa melalui urban farming untuk ketahanan pangan keluarga dan ekonomi sirkular.
PT Bukit Asam (PTBA) Tbk secara aktif meluncurkan inisiatif pemberdayaan perempuan melalui program inovatif bernama EcoGrow Mom. Program ini berlokasi di Desa Tanjung Karangan, Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan fokus utama pada pengembangan urban farming. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mendorong ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.
Program EcoGrow Mom merupakan kelanjutan dan pengembangan dari kegiatan pembibitan yang sebelumnya telah digagas oleh PTBA melalui Siba Pembibitan di desa yang sama. Sejak akhir tahun 2025, PTBA memperluas cakupan pembinaan, tidak hanya pada pembibitan pohon, tetapi juga pada budidaya tanaman dapur. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi lahan dan sumber daya lokal.
Melalui program ini, PTBA mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga, seperti karung bekas, sebagai media tanam yang efektif. Optimalisasi pekarangan rumah dan lahan desa juga menjadi bagian integral dari pendekatan urban farming dan pertanian rumah tangga. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas perempuan desa, termasuk ibu rumah tangga, eks pekerja PETI, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Pangan Melalui Program EcoGrow Mom
Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA, menjelaskan bahwa Program EcoGrow Mom dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa. Keterlibatan aktif ibu rumah tangga, mantan pekerja PETI, dan masyarakat berpenghasilan rendah dalam kegiatan pertanian berkelanjutan menjadi pilar utama inisiatif ini. Hal ini menunjukkan komitmen PTBA dalam mendukung inklusi sosial dan ekonomi di wilayah operasionalnya.
Lebih lanjut, Program Binaan EcoGrow Mom juga secara signifikan mendorong ketahanan pangan di tingkat keluarga dan desa. Selain itu, program ini berupaya mengoptimalkan lahan produktif yang ada serta mengembangkan pembibitan ramah lingkungan. Aspek penting lainnya adalah pembangunan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga melalui pengolahan limbah menjadi sumber daya pertanian yang bernilai.
Dengan mengadopsi pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan, PTBA berharap Program EcoGrow Mom dapat membuka berbagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Inisiatif ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas di antara kelompok perempuan. Pada akhirnya, program ini menegaskan peran vital perempuan sebagai motor penggerak pembangunan desa yang berdaya dan mandiri.
Manfaat Nyata dan Tahapan Implementasi Program EcoGrow Mom
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Utun Makmur, Tuti, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan PTBA melalui Program Binaan EcoGrow Mom. Ia menekankan bahwa program ini memberikan banyak manfaat, termasuk pengetahuan dan keterampilan baru di bidang perkebunan serta interaksi sosial yang lebih intens antarwarga. Keterlibatan dalam KWT telah menjadi sumber hiburan dan pembelajaran bagi para ibu rumah tangga di tengah kesibukan sehari-hari.
Tuti menambahkan, sejak bergabung dengan program ini, halaman rumah warga menjadi lebih tertata rapi dan dipenuhi tanaman sayur. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga dapat dibagi dengan tetangga, bahkan memiliki nilai ekonomi yang membantu perekonomian keluarga. Ini menunjukkan dampak positif EcoGrow Mom dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Secara rinci, tahapan pelaksanaan Program EcoGrow Mom dimulai dengan pembinaan awal yang mencakup sosialisasi dan pelatihan dasar pembibitan. Pelatihan ini juga mengajarkan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam yang efisien. Selanjutnya, program ini menargetkan produksi sekitar 5.000 bibit sayuran menggunakan media sederhana.
Langkah berikutnya adalah pemanfaatan lahan desa seluas kurang lebih 1 hektare, serta pekarangan rumah anggota untuk kegiatan urban farming. Selama seluruh proses, PTBA menyediakan pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Pendampingan ini melibatkan fasilitator internal maupun eksternal, memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program.
Sumber: AntaraNews