PSSI Tanggapi Serius Paspor Gate Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda
Empat pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda terseret kasus paspor gate, PSSI melalui Ketua BTN Sumardji berjanji akan segera merilis pernyataan resmi terkait masalah ini.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menanggapi serius kasus paspor yang menimpa sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda. Masalah ini berpotensi menghambat karier para pemain di klub masing-masing. PSSI menyatakan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjelaskan duduk perkara dan langkah selanjutnya.
Empat nama pemain Timnas Indonesia saat ini terdampak masalah paspor gate, yang bermula dari kasus Dean James dari Go Ahead Eagles. Tiga pemain Garuda lainnya yang ikut terseret adalah Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen). Mereka masuk dalam daftar 25 pemain yang dirilis oleh Dinas Imigrasi Naturalisasi Belanda sebagai pemain yang bermasalah soal izin kerja.
Akibatnya, keempat pemain ini untuk sementara tidak dapat membela klubnya masing-masing, termasuk dilarang mengikuti sesi latihan bersama tim. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pemain dan juga bagi Timnas Indonesia. PSSI diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan administrasi ini secepatnya.
Kronologi Paspor Gate yang Menyeret Pemain Garuda
Kasus paspor gate ini pertama kali mencuat setelah sebuah siniar bernama 'de Derde Helft' menyebut Dean James melanggar aturan izin kerja di Liga Belanda. James disinyalir masih menggunakan status pemain Belanda dalam kontraknya musim ini, padahal ia telah menjadi Warga Negara Indonesia. Laporan ini kemudian sampai ke manajemen NAC Breda, yang lantas melaporkannya ke operator kompetisi Eredivisie.
NAC Breda mempertanyakan legalitas status James setelah mereka menelan kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret lalu, di mana James bermain sebagai starter. Jika status James tidak sah, Breda menuntut agar pertandingan tersebut diulang. Sikap ini memicu klub divisi dua TOP Oss untuk melakukan hal serupa, setelah dikalahkan Willem II yang dibela Nathan Tjoe-A-On.
Dinas Imigrasi Naturalisasi Belanda kemudian merilis daftar 25 pemain yang bermasalah soal izin kerja, termasuk empat pemain Timnas Indonesia. Masalah ini menunjukkan kompleksitas administrasi bagi pemain naturalisasi yang berkarier di luar negeri. PSSI menegaskan bahwa persoalan ini murni masalah administrasi hukum dan peraturan di Belanda, bukan ranah PSSI.
Dampak dan Reaksi Pemain Terkait
Dampak langsung dari masalah paspor gate ini adalah larangan bagi James, Justin, Nathan, dan Geypens untuk membela klub mereka dan mengikuti sesi latihan. Hal ini tentu mengganggu persiapan tim dan performa individu para pemain. Situasi ini juga menimbulkan ketidakpastian mengenai kelanjutan karier mereka di Liga Belanda.
Salah satu pemain yang terdampak, Justin Hubner, mengaku tidak banyak mengetahui detail kasus ini. Saat diwawancarai setelah membela Timnas Indonesia dalam laga FIFA Series 2026 kontra Bulgaria, Justin menyatakan, “Saya tidak tahu apa yang terjadi (soal kasus ini)”. Ia juga tidak yakin apakah bisa bermain untuk Fortuna Sittard pada pertandingan akhir pekan.
Berbeda dengan empat pemain tersebut, tiga pemain Timnas Indonesia lainnya yang bermain di Belanda, yaitu Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Miliano Jonathans (Excelsior), dan Mees Hilgers (FC Twente), tidak masuk dalam daftar pemain bermasalah. Maarten Paes, yang baru didatangkan Ajax di putaran kedua, dikabarkan aman dari kasus ini berkat kejelian administrasi klubnya.
Sikap PSSI dan Langkah Selanjutnya
Ketua BTN PSSI, Sumardji, telah memberikan tanggapan awal terkait masalah ini. Saat dihubungi, Sumardji hanya menyampaikan bahwa PSSI akan segera merilis pernyataan resmi. “Ya nanti akan saya rilis (pernyataan resmi PSSI soal ini),” ujarnya.
Pernyataan resmi dari PSSI sangat dinantikan untuk memberikan kejelasan kepada publik, klub, dan terutama para pemain yang terdampak. Diharapkan PSSI dapat berkoordinasi dengan pihak terkait di Belanda untuk mencari solusi terbaik. Kasus ini menyoroti pentingnya administrasi yang cermat dan pemahaman mendalam tentang regulasi keimigrasian serta izin kerja di negara tempat pemain berkarier.
Sumber: AntaraNews