Program Sehat Papua Diluncurkan, Perkuat Layanan Kesehatan Primer di Bumi Cenderawasih
Papua meluncurkan Program Sehat Papua, kolaborasi Kemenkes dan Kanada, untuk memperkuat layanan kesehatan primer di tiga wilayah. Program ini bertekad menekan angka kematian ibu dan stunting.
Pemerintah Provinsi Papua, melalui Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, resmi meluncurkan Program Sehat Papua pada Jumat lalu. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dan Pemerintah Kanada. Peluncuran dilaksanakan di Kantor Gubernur Papua, menandai komitmen serius terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Program ini difokuskan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di tiga wilayah percontohan. Ketiga wilayah tersebut meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas manajerial serta pelayanan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen menjelaskan, penguatan layanan dasar ini sangat krusial. Hal ini mengingat tingginya angka kematian ibu di beberapa daerah Papua. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi kelompok rentan.
Memperkuat Kapasitas Layanan Kesehatan Primer
Program Sehat Papua secara spesifik menargetkan penguatan kolaborasi dan kapasitas manajerial. Fokus utamanya adalah pada layanan kesehatan primer, terutama di puskesmas yang menjadi garda terdepan. “Program ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan kapasitas manajerial dalam layanan kesehatan primer, khususnya di puskesmas, yang merupakan garda terdepan kesehatan masyarakat,” ujar Aryoko Rumaropen.
Inisiatif ini berpusat pada peningkatan manajemen layanan kesehatan primer di fasilitas kesehatan lokal. Termasuk pula fasilitas di tingkat yang lebih rendah. Penguatan ini diharapkan menciptakan sistem kesehatan yang lebih responsif dan efektif bagi seluruh lapisan masyarakat Papua.
Rumaropen menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar. Hal ini didasari oleh masih tingginya angka kematian ibu di beberapa wilayah. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan bagi kelompok rentan.
Prioritas Kesehatan Reproduksi dan Penurunan Stunting
Program Sehat Papua juga menekankan layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan. Terutama bagi ibu hamil dan remaja putri. Hal ini memungkinkan intervensi kesehatan yang lebih dini melalui fasilitas kesehatan primer.
“Dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas, layanan untuk ibu hamil, perempuan, dan kesehatan reproduksi dapat disampaikan lebih cepat dan efektif,” kata Rumaropen. Fokus ini krusial untuk memastikan akses yang merata terhadap informasi dan layanan kesehatan esensial.
Selain itu, penguatan layanan kesehatan dasar melalui program ini diharapkan mendukung upaya pemerintah. Khususnya dalam mengurangi angka stunting. Layanan kesehatan ibu dan anak menjadi faktor kunci dalam pencegahan stunting. Program ini menjadi langkah proaktif untuk menciptakan generasi Papua yang lebih sehat dan berkualitas.
Cakupan dan Harapan Jangka Panjang Program
Provinsi Papua dipilih sebagai salah satu area implementasi program ini. Tiga wilayah berfungsi sebagai lokasi proyek percontohan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi tantangan kesehatan di Bumi Cenderawasih.
Program Sehat Papua direncanakan akan berjalan hingga tahun 2032. Diharapkan akan diperluas ke wilayah lain di Papua pada fase berikutnya. Pemerintah berharap program ini pada akhirnya akan meluas melampaui tiga wilayah awal.
Targetnya adalah mencakup enam distrik tambahan. Sehingga total jangkauan menjadi sembilan wilayah. Perluasan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk memastikan seluruh masyarakat Papua memiliki akses terhadap layanan kesehatan primer yang berkualitas.
Sumber: AntaraNews