Pramono Tanggapi Keinginan Prabowo Bangun Gedung MUI di Bundaran HI
Prabowo menyampaikan keinginannya untuk membangun gedung kantor untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Bundaran HI, Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi untuk pembangunan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta pada prinsipnya akan menindaklanjuti arahan Presiden. Dia menjelaskan lahan yang ditargetkan Prabowo di Bundaran HI tersebut merupakan gedung yang dulu pernah digunakan sebagai Kedutaan Besar Inggris.
“Apapun pasti Pemerintah DKI Jakarta menindaklanjuti arahan Presiden kalau memang Presiden ingin membangun di gedung apa yang dulu dipakai oleh Kedutaan Besar Inggris,” kata Pramono di kawasan Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).
Bangunan Cagar Budaya
Meski begitu, Pramono menyampaikan lokasi yang dimaksud saat ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya atau heritage tingkat provinsi oleh Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, setiap rencana pembangunan di kawasan tersebut harus mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Jadi intinya itu. Tetapi memang seperti diketahui, di tempat itu telah ditetapkan menjadi heritage provinsi. Maka dengan demikian, kalau harus ada pembangunan gedung, tentunya peraturannya yang harus kita jalankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan pelaksanaan aturan tersebut tidak akan bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo terkait rencana untuk membangun gedung MUI di kawasan tersebut.
“Tetapi tidak melanggar prinsip dan arahan yang dilakukan oleh Bapak Presiden untuk membangun gedung itu,” lanjut Pramono.
Pemprov DKI akan Mendukung
Ia juga menekankan bahwa terkait kewenangan pembangunan sepenuhnya akan menjadi ranah pemerintah pusat. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta akan berperan dalam mendukung pemenuhan persyaratan di lapangan.
“Untuk urusan pembangunan tentunya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, tetapi persyaratan lapangannya Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support untuk itu,” kata Pramono.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025-2030. Pada momentum tersebut, kepala negara menyatakan sudah menyediakan lahan seluas 4.000 meter untuk kantor MUI.
“Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Indonesia telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI,” kata Prabowo saat berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Jangan Hanya Hotel dan Mal
Di atas tanah itu, bisa dibangun gedung hingga 40 lantai. Nanti gedung tersebut bisa dimanfaatkan bagi banyak organisasi Islam lainnya, seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan tempat berkantor.
“Bagi badan-badan umat Islam yang membutuhkan ruangan, kita akan membangun gedung, Terserah Menteri Agama berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 Lantai!” seru Prabowo.
Prabowo menuturkan, hadirnya gedung tersebut adalah permintaan dari Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasruddin Umar kepadanya. Sebab dia mengkritik gedung kantor MUI saat ini yang lokasi dan kapasitasnya kurang memadai.
“Beberapa bulan yang lalu permintaan beliau yang menyampaikan, 'Pak, kantor MUI sekarang nggak jelas di mana'. Saya pun maaf, tidak tahu di mana kantor MUI tapi nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya Ibu Jakarta ini, di Bundaran HI! Jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal,” gelegar Prabowo.
“Nanti ada gedung yang akan diperuntukkan untuk lembaga-lembaga umat Islam,” kata dia.