MUI Tanggapi Soal Rencana Prabowo Bangunkan Gedung 40 Lantai di Bundaran HI, 'Kami Tidak Muluk-Muluk'
Presiden Prabowo beberapa waktu lalu menjanjikan akan membangun gedung untuk MUI di Bundaran HI Jakarta,
Presiden Prabowo Subianto menyebut bakal menyediakan lahan sebesar 4.000 meter di jantung Jakarta, tepatnya di kawasan Bunderan Hotel Indonesia (HI) untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut dia, lahan tersebut bakal dipergunakan untu membangun gedung baru MUI setinggi 40 lantai.
MUI pun bersuara. Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menjelaskan gedung baru itu nantinya MUI hanya memiliki hak pakai, sebagaimana lembaga-lembaga lain yang menggunakan fasilitas negara.
"Ini bukan pemberian atau hibah. Kita hanya menggunakan hak pakai, sebagaimana lembaga-lembaga lain menggunakan fasilitas negara. Gedung ini (nantinya) adalah aset negara, dan pengelolaannya nanti tetap oleh negara, bukan oleh MUI," kata Kiai Cholil seperti dikutip dari situs resmi MUI, Rabu (11/2/2026).
Tidak Meminta dan Tidak Mengajukan
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menegaskan, MUI tidak pernah meminta gedung baru kepada pemerintah.
"Kami tidak meminta dan tidak mengajukan. Presiden yang menyampaikan langsung keinginan dan komitmen itu kepada kami," sambung dia.
Soal tinggi yang mencapai 40 lantai, Kiai Cholil menyatakan hingga hari ini belum ada pembahasan teknis seperti design dan pembagian lantai.
"MUI tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai gedung tersebut," jelas dia.
Kiai Cholil memastikan, lembaga keagamaan seperti MUI tidak dapat diukur dengan pendekatan bisnis atau pengembalian biaya pembangunan, sebagaimana lembaga bisnis.
Posisi Mitra
"Kinerja kami itu bersifat kualitatif, kemasyarakatan, ukurannya adalah bagaimana kita menciptakan kehidupan beragama yang baik, kerukunan antarumat, perdamaian dan kemaslahatan masyarakat. Bukan berapa uang yang kembali," tegasnya.
Kiai Cholil lantas mengingatkan, posisi MUI adalah mitra pemerintah yang independen dan kritis. MUI bukan musuh pemerintah dan bukan pembenar semua kebijakan pemerintah.
"Kalau kebijakan itu benar dan baik untuk bangsa, kita dukung sepenuhnya. Kalau ada yang keliru, kita ingatkan. Itulah posisi mitra," wanti dia.
Kiai Cholil menyebut, di mana pun kantor MUI, tugasnya akan selalu melayani umat. Termasuk keberadaan gedung baru.
"Jika gedung ini nanti membuat pelayanan kepada umat menjadi lebih maksimal, maka itu kebaikan. Jika tidak, kami tetap bisa bekerja di mana saja. Kami tidak muluk-muluk," dia menandasi.
Sebagai informasi, pernyataan soal gedung baru MUI disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimatnya dalam acara Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).