Prabowo Resmikan Produksi Perdana 2 Proyek Migas di Natuna: Tonggak Capai Swasembada Energi
Prabowo menekankan, kemandirian energi adalah aspek vital dalam memperkuat kedaulatan dan perekonomian bangsa.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan produksi perdana proyek minyak dan gas (migas) Forel dan Terubuk yang dikelola oleh Medco Energi, Jumat (16/5). Peresmian dilakukan secara virtual dari Jakarta dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam mewujudkan swasembada energi nasional, sekaligus menjadi peresmian lifting migas pertama di masa pemerintahannya.
“Saya juga menyampaikan betapa bangganya kami pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia atas prestasi yang membanggakan ini yaitu peresmian dua proyek ini yang merupakan peresmian pertama di bidang lifting migas pada masa pemerintahan baru yang saya pimpin,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan, kemandirian energi adalah aspek vital dalam memperkuat kedaulatan dan perekonomian bangsa. Ia menyebut proyek ini akan membawa manfaat besar dalam menghemat devisa negara.
“Kalau kita mampu mencapai swasembada energi kita akan menghemat puluhan miliar US Dollar, ratusan triliun uang kita tidak perlu mengalir keluar bangsa Indonesia. Ekonomi kita akan kuat, lebih banyak dana uang yang bisa dinikmati oleh rakyat kita,” jelasnya.
Target Lifting Migas Nasional 900 Ribu Barel per Hari
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, dua lapangan migas ini diperkirakan akan menyumbang sekitar 20 ribu barel per hari terhadap produksi nasional.
“Kita harus naikkan kurang lebih sekitar 320 ribu barel. Besok ini penambahannya sekitar 20 ribu barel dan beberapa sumur lain yang kita sekarang optimalkan,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/5).
Bahlil mencatat pada tahun 2024, rata-rata lifting minyak nasional berada di angka 580 ribu barel per hari. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 900 ribu barel per hari pada tahun 2029.
“Untuk menyelesaikan lifting ini butuh fokus, waktu dan kerjanya harus total,” imbuh Bahlil.
Peresmian ini menandai komitmen pemerintah dalam mendukung investasi sektor energi, sekaligus langkah awal menuju penguatan ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.