Prabowo Ancam Penggiling Bandel Rugikan Petani: Mau Operasi atau Police Line!
Presiden Prabowo Subianto mengancam bakal penggiling padi bandel yang membeli hasil panen petani dengan harga serendah-rendahnya.
Presiden Prabowo Subianto mengancam bakal penggiling padi bandel yang membeli hasil panen petani dengan harga serendah-rendahnya. Dia menegaskan, penggiling padi tidak ikut aturan bakal dicabut izin usahanya.
"Anda boleh untung tapi jangan untung sebesar-besarnya di atas penderitaan petani. Tidak bisa. Silakan pilih, anda mau operasi atau anda kita tutup. Police line!," kata Prabowo dalam sidang kabinet, Senin (5/5).
Menurut Prabowo, dirinya tidak ragu mencabut izin penggiling bandel karena berpegang teguh pada amanat pasal 33 UUD 1945. Dia menegaskan, sumber daya alam harus dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk hajat hidup dan kemakmuran rakyat.
"Saya tidak main-main karena di tangan saya ada UUD 1945 pasal 33 yang memberi saya wewenang sumber-sumber produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dan saya tidak akan ragu-ragu menggunakan itu," ujar dia.
Penghasilan Petani Naik
Dia ingin harga panen petani dibayar dengan harga tinggi. Mantan Menhan ini mengungkapkan, 100 juta petani berterimakasih karena penghasilannya naik.
"Lebih dari 100 juta petani merasakan penghasilan mereka naik. Karena kita tegakkan harga dasar gabah kering panen. Dan kita wajibkan penggiling-penggiling padi dan saya beri peringatan penggiling-penggiling padi bandel, yang beli setelah panen dengan Harga serendah-rendahnya kita cabut izin usahanya," tutup Prabowo.