Polisi Tindak 33 Motor Diduga Buat Balap Liar di Semarang
Petugas yang langsung melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) mulai pukul 00.00 WIB hingga 07.00 WIB.
Aparat Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, menyita puluhan unit sepeda motor yang diduga dipergunakan untuk balap liar, dari hasil operasi di wilayah hukum setempat setelah mendapatkan aduan dari masyarakat.
"Kami menindaklanjuti laporanmasyarakat terkait gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Kami menindaklanjuti dan menyita puluhan unit sepeda motor," kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar Winanomo, Minggu (22/2).
Petugas yang langsung melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) mulai pukul 00.00 WIB hingga 07.00 WIB itu melibatkan personel gabungan dari Unit Samapta, Lantas, SPKT, Intelkam, Reskrim, serta Binmas/Bhabinkamtibmas.
Sasaran kegiatan tidak hanya balap liar, tetapi juga antisipasi 3C (curat, curas, curanmor), potensi tawuran, aksi gangster, serta gangguan kamtibmas lainnya.
"Penindakan dilakukan di dua titik yang kerap dijadikan arena balap liar, yakni Jalan Madukoro dan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Semarang," jelasnya.
33 Unit Motor Disita
Dari hasil operasi yang dilakukan akhir pekan lalu, terdapat 33 unit sepeda motor yang disita dan diduga milik joki atau orang-orang yang ikut meramaikan balap liar. Sebagian tanpa dilengkapi pelat nomor dan diduga tidak sesuai standar teknis.
"Jadi setelah sahur, para pelaku kembali memanfaatkan jalanan yang relatif lengang untuk balapan. Dari laporan itulah kami langsung bergerak," ujarnya.
Seluruh kendaraan kemudian dibawa ke Mapolsek Semarang Barat untuk proses penindakan lebih lanjut. Kepada para pengendara diberikan surat tilang sesuai dengan pelanggaran yang ditemukan.
Pihaknya akan terus meningkatkan patroli subuh, khususnya pada bulan Ramadan, mengingat pola balap liar kerap muncul pada jam-jam rawan setelah sahur. Ia juga mengimbau peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hingga dini hari.
“Kami tidak ingin ada korban jiwa akibat aksi yang membahayakan ini. Jalan raya bukan arena balap. Keselamatan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali. Kepolisian memastikan langkah preventif dan represif akan terus dilakukan guna menjaga kondusivitas wilayah Semarang Barat, terutama di titik-titik yang rawan dijadikan lokasi balap liar