Polresta Jayapura Kota Gencarkan Patroli Cegah Balap Liar Usai Subuh Selama Ramadan 1447 H
Polresta Jayapura Kota intensifkan patroli untuk cegah balap liar yang kerap terjadi usai Shalat Subuh selama Ramadan 1447 H, demi menjaga kamseltibcarlantas di wilayah hukumnya.
Polresta Jayapura Kota, melalui Satuan Lalu Lintas, gencar melaksanakan patroli. Upaya ini dilakukan untuk mencegah balapan sepeda motor liar yang sering terjadi setelah Shalat Subuh, khususnya selama Bulan Ramadan 1447 H.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Fredrickus Maclarimboen, menyatakan bahwa pengerahan personel Satuan Lalu Lintas merupakan langkah strategis. Patroli difokuskan pada sejumlah ruas jalan yang terindikasi kuat menjadi lokasi balap liar.
Selain tujuan utama mencegah balap liar, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Hal ini penting untuk menjaga kondusifitas dan keselamatan seluruh pengguna jalan di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.
Strategi Pencegahan Balap Liar Polresta Jayapura Kota
Untuk mengantisipasi dan mencegah aksi balap liar, Polresta Jayapura Kota mengerahkan kekuatan personel secara optimal. Penempatan petugas dilakukan secara strategis di titik-titik rawan yang kerap dijadikan lokasi balap liar oleh para pelaku.
Kombes Fredrickus Maclarimboen menjelaskan bahwa personel yang bertugas meliputi Kanit Regident, Kanit Patwal, Kanit Kamsel, Kaurmintu, serta 23 personel lainnya. Mereka memiliki tugas pengaturan arus lalu lintas, pelaksanaan patroli, dan pemantauan situasi secara intensif di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.
Tujuan utama dari pengerahan personel ini adalah meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, langkah ini juga sangat krusial untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Waktu dan Lokasi Rawan Aksi Balap Liar
Kanit Regident Satuan Lalu Lintas Polresta Jayapura Kota, AKP David A. Ohoimuar, menambahkan bahwa kegiatan pengamanan ini secara khusus difokuskan pada waktu-waktu yang dinilai rawan. Salah satu periode krusial adalah seusai pelaksanaan ibadah Shalat Subuh.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, waktu setelah Shalat Subuh sering kali dimanfaatkan oleh sejumlah pemuda untuk melakukan aksi balap liar. Oleh karena itu, pengamanan dan patroli telah dilaksanakan sejak dini hari untuk mengantisipasi kegiatan tersebut.
Beberapa titik rawan yang menjadi fokus utama patroli meliputi kawasan pertigaan Ringroad, Jembatan Merah, Venue Dayung, dan Jembatan Kali Buaya. Lokasi-lokasi ini dikenal sering menjadi ajang balap liar, sehingga penempatan personel di sana sangatlah penting untuk mencegah terjadinya gangguan lalu lintas dan potensi kecelakaan.
Sumber: AntaraNews