Polisi Beri Perhatian Terhadap Parkir Liar di Reuni Akbar 212
Polisi mewanti-wanti agar tidak ada juru parkir liar yang memanfaatkan keramaian untuk menarik uang parkir sembarangan.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyoroti masalah parkir liar yang selalu muncul saat ada event-event besar.
Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin saat menghadiri apel Reuni Akbar 212 di kawasan Monas, Selasa (2/12).
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menekankan area steril parkir liar berada di sepanjang lingkar Jalan Medan Merdeka.
Dia mewanti-wanti agar tidak ada juru parkir liar yang memanfaatkan keramaian untuk menarik uang parkir sembarangan.
"Rekan-rekan harus memastikan, ikut juga mengawasi kantong parkir kantong parkir. Jangan sampai ada parkir-parkir liar. Juru parkir liar. Yang biasanya kalau setiap ada event di Monas, pasti banyak tumbuh ini. Banyak orang berdatangan jadi juru parkir liar. Pastikan itu di sekitar Jalan Merdeka Merdeka tidak boleh ada," kata Komarudin kepada wartawan, Selasa (2/12).
Kantong Parkir Disiapkan
Komarudin mengatakan, sejumlah kantong parkir telah disiapkan. Peserta juga diarahkan memanfaatkan lahan parkir di Masjid Istiqlal, IRTI, Stasiun Gambir hingga area Pertamina.
"Ini bisa digunakan. Kita upayakan parkir tidak di badan jalan," ucap dia.
Namun bila jumlah peserta membludak, parkir di tepi jalan masih diperbolehkan secara terbatas. Setidaknya satu lajur harus tetap berfungsi untuk memastikan arus kendaraan tidak terputus.
"Kita upayakan dari tiga lajur, minimal satu lajur kalaupun memang mau parkir. Dan pastikan tidak boleh dikelola oleh juru parkir liar. Karena kalau juru parkir liar, mereka sebanyak-banyaknya tanpa mempertimbangkan dampak aktivitas ruas jalan yang lain," ucap dia.
Pola Pengamanan
Dalam arahannya, Komarudin juga mengingatkan pola pengamanan yang dibagi ke tiga sektor.
Sektor 1 merupakan lingkar inti Monas dan seluruh aksesnya. Sektor 2 mencakup jalan-jalan yang menuju pusat kota seperti Juanda, Abdul Muis, Gunung Sahari hingga Sudirman-Thamrin. Sektor 3 merupakan area terluar, termasuk jalan tol dari Cempaka Putih sampai Tomang, Slipi, Grogol hingga Gunung Sahari.
"Dari awal yang menjadi prioritas utama kita adalah aktivitas masyarakat, bagaimana caranya rekan-rekan mengidentifikasi, mencari, kalau ada potensi-potensi sumbatan langsung segera diurai. Jadi kita pastikan seluruh aktivitas masyarakat Jakarta berjalan dengan normal," ucap dia.