Polda Maluku Berhasil Kendalikan Konflik di Perbatasan Hitu-Morella, 5 Rumah Terbakar
Polda Maluku bertindak cepat mengendalikan gangguan keamanan di perbatasan Hitu-Morella pada Jumat dini hari, memastikan situasi kondusif meski lima rumah terbakar dan empat korban luka. Simak detail penanganan konflik tersebut.
Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Maluku berhasil meredam gangguan keamanan yang pecah di wilayah perbatasan Negeri Hitu dan Negeri Morella, Kabupaten Maluku Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.10 WIT, saat sekelompok warga melancarkan aksi penyerangan. Berkat respons cepat dan terkoordinasi, situasi di lokasi kini telah kembali kondusif.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menjelaskan bahwa personel Polri segera mengambil tindakan pengamanan untuk mencegah eskalasi konflik. Langkah-langkah taktis dilakukan guna melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa maupun luka. Warga dari kedua negeri juga diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing.
Meskipun situasi telah terkendali, insiden ini menyebabkan kerugian material dan korban luka. Lima unit rumah warga di Negeri Hitu dilaporkan terbakar akibat penyerangan tersebut. Selain itu, empat orang mengalami luka tembak, termasuk dua anggota Polri dan dua warga sipil, yang kini telah mendapatkan penanganan medis intensif.
Kronologi dan Respons Cepat Aparat Keamanan
Gangguan keamanan di perbatasan Hitu-Morella bermula ketika sekelompok warga memasuki wilayah Negeri Hitu melalui jalur pantai pada dini hari. Aparat kepolisian yang tengah bersiaga di Pos Pengamanan Dusun Tibang segera merespons setelah mendengar suara ledakan. Mereka melakukan langkah pengamanan sesuai prosedur sambil menunggu bantuan tambahan.
Untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban, petugas di lapangan melakukan penyesuaian taktis. Mereka bertahan di titik aman hingga dukungan kekuatan tambahan tiba di lokasi kejadian. Strategi ini terbukti efektif dalam mengelola situasi awal yang tegang dan berpotensi meluas.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, bersama jajarannya, segera turun ke lokasi kejadian. Mereka didukung oleh unsur intelijen dan operasional, serta personel bantuan dari Brimob dan Samapta Polda Maluku. Tim gabungan ini kemudian melakukan penyekatan di wilayah perbatasan, berhasil memukul mundur massa, dan memastikan tidak terjadi eskalasi lanjutan yang lebih parah.
Hingga pukul 03.00 WIT, aparat keamanan memastikan bahwa massa telah meninggalkan wilayah perbatasan. Dengan demikian, situasi di area konflik berhasil dikendalikan sepenuhnya. Kehadiran dan kesigapan aparat menjadi kunci utama dalam meredakan ketegangan yang sempat terjadi.
Dampak Konflik dan Penanganan Korban
Insiden di perbatasan Hitu-Morella ini meninggalkan dampak yang signifikan bagi warga setempat. Laporan awal menunjukkan bahwa lima unit rumah milik warga di Negeri Hitu hangus terbakar. Kerugian material ini tentu membutuhkan perhatian lebih lanjut dari pihak terkait.
Selain kerugian material, konflik ini juga menyebabkan empat korban luka tembak. Dua di antaranya adalah anggota Polri yang sedang bertugas, sementara dua lainnya merupakan warga sipil yang terdampak. Seluruh korban luka telah segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Mereka mendapatkan penanganan medis intensif di RS Bhayangkara dan RSUP dr. J. Leimena Ambon. Kondisi keempat korban dilaporkan stabil setelah mendapatkan perawatan. Penanganan cepat terhadap korban menjadi prioritas utama aparat dan tim medis di lapangan.
Polda Maluku terus melakukan penjagaan, patroli, serta pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat dan warga setempat. Upaya ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat sangat penting.
Imbauan Kapolda dan Langkah Pencegahan Konflik
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri. Beliau menekankan pentingnya tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk memercayakan penanganan situasi ini sepenuhnya kepada aparat TNI dan Polri.
Kapolda juga menegaskan bahwa seluruh langkah pengamanan dilakukan secara profesional dan proporsional. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan yang diambil oleh aparat. Sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk memastikan keamanan dan mencegah konflik meluas.
Sebagai langkah lanjutan, Polda Maluku akan memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan Hitu-Morella. Hal ini akan dilakukan melalui pendirian pos pengamanan permanen dan patroli terpadu yang lebih intensif. Tujuannya adalah untuk menciptakan rasa aman yang berkelanjutan bagi warga.
Pendekatan persuasif juga akan terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak. Tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat akan diajak berkolaborasi untuk membangun kembali kerukunan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga perdamaian di perbatasan Hitu-Morella.
Sumber: AntaraNews