Wakapolda Maluku Utara Soroti Pentingnya Dialog dalam Penyelesaian Konflik Halmahera Tengah

Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun menekankan dialog sebagai kunci utama dalam penyelesaian konflik Halmahera Tengah pasca-bentrokan warga, mengajak semua pihak menjaga persatuan demi stabilitas kamtibmas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakapolda Maluku Utara Soroti Pentingnya Dialog dalam Penyelesaian Konflik Halmahera Tengah
Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun menekankan dialog sebagai kunci utama dalam penyelesaian konflik Halmahera Tengah pasca-bentrokan warga, mengajak semua pihak menjaga persatuan demi stabilitas kamtibmas. (AntaraNews)

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, meninjau langsung lokasi pasca-bentrokan warga di Halmahera Tengah (Halteng). Kunjungan pada 4 April ini bersama jajaran Forkopimda untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut. Ia menegaskan pentingnya pendekatan dialog serta musyawarah untuk meredakan ketegangan yang terjadi.

Bentrokan yang melibatkan warga Desa Banemo dan Sibenpopo ini menjadi perhatian serius dari aparat keamanan dan pemerintah daerah. Rombongan pejabat menyisir sejumlah desa terdampak, termasuk Desa Dote, Desa Yeke, dan Desa Fritu, di Kecamatan Weda Utara. Peninjauan ini juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sempat khawatir akan dampak konflik.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Stephen M. Napiun secara tegas menyatakan bahwa penyelesaian konflik harus mengedepankan komunikasi yang baik antarwarga. Pendekatan persuasif dan humanis dianggap sebagai kunci utama untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dari provokasi yang tidak bertanggung jawab.

Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menekankan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang efektif antarwarga merupakan fondasi utama menjaga stabilitas keamanan. Ia menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud melalui komitmen bersama untuk persatuan. Konflik ini tidak hanya merugikan pihak yang bertikai, tetapi juga berdampak luas pada stabilitas sosial.

Pendekatan humanis aparat keamanan terlihat jelas dalam kunjungan ini, di mana mereka tidak hanya bertindak sebagai penegak ketertiban. Aparat juga berperan sebagai penyejuk suasana, mengedepankan komunikasi santun dan persuasif kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan dan memulihkan hubungan antarwarga yang sempat renggang.

Bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, Komandan Korem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta unsur Forkopimda Halteng, Stephen M. Napiun meninjau langsung desa-desa terdampak. Peninjauan ini memastikan kondisi keamanan di titik-titik rawan dan memberikan jaminan keamanan kepada warga. Dialog tatap muka dengan tokoh masyarakat dan agama juga dilakukan untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi bersama.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, turut mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terpengaruh informasi hoaks. Ia menekankan pentingnya peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam memelihara harmoni sosial. Kontribusi mereka sangat krusial dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan.

Kunjungan rombongan pejabat ini juga dihadiri oleh Bupati Halteng, Ikram Sangaji, Dansat Brimob Polda Maluku Utara, dan Kapolres Halmahera Tengah. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat dalam menangani isu konflik. Sinergi antara berbagai elemen ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan rekonsiliasi antarwarga.

Dalam dialog yang dilakukan, para pejabat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Komitmen bersama untuk menjaga persatuan menjadi pesan utama yang disampaikan. Ini penting untuk mencegah eskalasi konflik dan memastikan bahwa perdamaian dapat bertahan lama.

Hingga saat ini, situasi di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, dilaporkan mulai berangsur kondusif setelah serangkaian upaya mediasi dan pengamanan. Aktivitas masyarakat secara perlahan kembali normal, menunjukkan adanya pemulihan kepercayaan dan stabilitas. Kehadiran aparat keamanan gabungan masih intensif di sejumlah titik strategis.

Pengamanan intensif ini bertujuan untuk mencegah potensi konflik susulan dan memastikan keamanan warga tetap terjaga. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan aparat untuk menciptakan lingkungan yang aman. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir.

Melalui kunjungan dan dialog ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap semangat persatuan dan cinta damai terus tumbuh di tengah masyarakat Halmahera Tengah. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dinilai sebagai kunci utama. Ini penting untuk menjaga keamanan dan mencegah terulangnya konflik serupa di masa mendatang, demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi