Perusahaan-Perusahaan Dukung Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Pemerintah
Tempat penitipan anak akan membantu keluarga yang kedua orang tuanya bekerja.
Indonesia tengah menikmati bonus demografi sebagai hasil perjalanan panjang penurunan angka kelahiran dan kematian. Akan tetapi, bonus demografi ini tidak akan menjadi sebuah bonus apabila tidak semua usia produktif berkontribusi dalam pembangunan.
Berdasarkan data BPS 2024, partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia mengalami tren peningkatan, namun masih tertinggal dibanding laki-laki. Khusus di Provinsi Jawa Tengah, partisipasi angkatan kerja perempuan sebesar 61,82 %, lebih rendah dibandingkan angkatan kerja laki-laki sebesar 85,66%.
Perkembangan peradaban dan faktor ekonomi telah menuntut perempuan untuk ikut berperan terjun dalam dunia kerja, tidak hanya melulu berkutat dengan urusan rumah tangga, meskipun di sana sini jejak kekhawatiran itu ada.
Bu Nadin, seorang pekerja resepsionis yang ditemui di salah satu hotel di Kota Semarang mengatakan alasan mengapa ia bekerja. Salah satunya membantu suami mencari nafkah.
"Meski terkadang bingung jika saya dan suami pas jadwal masuk semua, anak-anak dengan siapa dan bagaimana,” ujarnya.
Salah satu masalah yang tidak dapat terpisahkan dari orang tua, khususnya ibu yang memutuskan untuk bekerja, adalah bagaimana dengan pengasuhan anak-anak mereka. Padahal, sudah teruji bahwa peningkatan kualitas pengasuhan anak usia dini, terutama dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), merupakan salah satu strategi utama dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan.
Kondisi ini kemudian mengindikasikan perlunya upaya intervensi yang lebih intensif, terarah, dan berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan berbasis keluarga dan layanan pengasuhan anak usia dini.
Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN merupakan salah satu wujud negara hadir untuk membantu mengurai permasalahan pelik mengenai pengasuhan anak bagi pekerja.
TAMASYA juga salah satu upaya Kemendukbangga/BKKBN untuk melakukan kapitalisasi bonus demografi sesuai Undang-Undang Nomor 4 tahun 2024 tentang kesejahteraan ibu dan anak pada fase 1.000 hari pertama kehidupan yang menjamin terpenuhinya hak dan kebutuhan dasar ibu dan anak.
TAMASYA merupakan salah satu quick wins Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN sebagai upaya menjawab isu kerentanan keluarga dan pemanfaatan bonus demografi.
Hadirnya TAMASYA
"TAMASYA lahir untuk memastikan praktik pengasuhan anak yang positif tetap bisa dilakukan meskipun anak dititipkan di Tempat Penitipan Anak”, ujar Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti.
Hal tersebut diutarakan Nopian saat membuka kegiatan “Peningkatan Kapasitas Cakupan Empat Layanan TAMASYA”, yang diselenggaakan pada Sabtu (20/9/2025), di Semarang, Jawa Tengah.
Kehadiran TAMASYA memperkuat komitmen Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung implementasi program pembangunan keluarga yang berpihak pada anak. Untuk itulah pada kesempatan tersebut kementerian ini mengajak mitra usaha lain untuk ikut memperkuat komitmen tersebut.
Hal itu direalisasikan melalui penandatangan komitmen kerjasama antara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dengan 10 mitra usaha di Jawa Tengah. Mereka adalah PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Termasuk PT. Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap, PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, PT. Pertamina Patra Niaga AFT Ahmad Yani, PT. Pertamina Patra Niaga AFT Adi Sumarmo, PT. PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Semarang.
Termasuk juga PT. PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica, PT. PLN Nusantara Power unit Pembangkit Rembang, PT. PLN Indonesia Power Unit Pembangkit Cilacap dan PT. PLN Indonesia Power Sub Unit PLTA Wonogiri.
Perjanjian kerjasama ini merupakan langkah nyata dalam mengatasi permasalahan dilematis bagi para pekerja, dalam hal ini terutama bagi ayah dan ibu yang keduanya sama-sama bekerja.
“Tidak hanya sekedar penitipan anak, TAMASYA hadir dengan menyediakan ruang aman dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak,” papar Nopian.
Program TAMASYA menawarkan peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, dan dukungan bagi orang tua, serta menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas dengan empat layanan.
Keempat layanan itu adalah peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak secara periodik, peningkatan keterlibatan orang tua/keluarga dalam pengasuhan, dan fasilitasi layanan rujukan.
Program ini bertujuan untuk memberikan pengasuhan anak usia dini yang terintegrasi dan mendukung orang tua yang bekerja.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Semarang, F. Erwin Putranto, menyatakan kebanggannya bisa menjadi bagian dari program TAMASYA karena bentuk kaloborasi yang digagas Kemendukbangga/ BKKBN.
“Harapannya, dengan kita bisa berkontribusi dalam program TAMASYA terbuka peluang kita untuk mengoptimalisasikan bonus demografi menuju Indonesia emas 2045,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, dukungan ini bentuk komitmen perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi yang berkelanjutan melalui program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).
Komitmen Bersama Mitra Usaha
Di sisi lain, Manager Lingkungan PT Industri dan Jamu Farmasi Sidomuncul, Amri Cahyono, menyatakan komitmannya mendukung program TAMASYA. Hal itu karena sesuai dengan visi dan misi perusahaan karena bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Dengan program TAMASYA, pekerja- pekerja atau karyawan yang menitipkan anaknya itu tidak khawatir lagi karena daycare bisa menjadi fasilitas buat orang tua yang sedang bekerja,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, juga diserahterimakan donasi buku dari PT. Catur Dakwah Crane Farmasi kepada TPA Griya Asik Semarang, melalui Staf Khusus Bidang Ekologi Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Drh. Triyaka Lisdiyanta, M.Si.
Turut hadir, antara lain Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN, pengasuh TPA di sejumlah wilayah, dan Dinas OPD Pengendalian Penduduk dan KB kabupaten/kota yang mendapat pendampingan TPA TAMASYA dari perusahaan.