Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan, menyampaikan kabar baik mengenai **penurunan stunting HSU**. Angka stunting di kabupaten ini menunjukkan tren membaik dari tahun ke tahun secara konsisten. Pencapaian positif ini menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Di Amuntai, pada hari Selasa, Hero Setiawan mengungkapkan bahwa prevalensi stunting kini berada di angka 12 persen. Angka tersebut merupakan perubahan positif yang sangat signifikan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras petugas lapangan di berbagai sektor dan dukungan komunitas.
Sebelumnya, Kabupaten HSU menghadapi tantangan serius terkait stunting yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan Surveai Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2024, prevalensi stunting sempat mencapai 36 persen. Angka tersebut meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 28 persen.
Advertisement
Advertisement
Wakil Bupati Hero Setiawan menggarisbawahi bahwa **penurunan stunting HSU** hingga 12 persen adalah hasil dari dedikasi kolektif. Perubahan ini sangat berarti mengingat kondisi sebelumnya yang cukup mengkhawatirkan masyarakat. Data terbaru ini memberikan harapan baru bagi masa depan kesehatan anak-anak di HSU.
Survei Status Gizi Indonesia (SGI) 2024 menunjukkan bahwa angka stunting di HSU pernah melonjak tajam. Dari 28 persen pada tahun 2023, angka tersebut naik menjadi 36 persen di tahun 2024. Peningkatan ini menjadi pemicu kuat untuk mengintensifkan program penanganan stunting secara menyeluruh.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk mengambil langkah strategis. Mereka melakukan intervensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Upaya terkoordinasi ini membuahkan hasil positif yang kini dapat dirasakan oleh banyak keluarga.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan dalam **penurunan stunting HSU** merupakan buah dari sinergi lintas sektor yang sangat kuat. Berbagai pihak bekerja sama secara erat dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh anak yang benar. Edukasi komprehensif ini menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan stunting.
Salah satu elemen kunci dalam percepatan penurunan angka stunting adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) memegang peranan sangat strategis dan krusial. Mereka menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi dan pendampingan gizi.
Para penyuluh ini bertindak sebagai ujung tombak pembangunan keluarga yang sehat, cerdas, dan berkualitas di desa-desa. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat paling dasar. Peran mereka sangat vital dalam membentuk kesadaran dan praktik pola asuh yang baik dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Wakil Bupati Hero Setiawan secara tegas menekankan pentingnya peran penyuluh dalam masyarakat. Beliau menyatakan bahwa kecerdasan masyarakat sangat bergantung pada kinerja para penyuluh. Oleh karena itu, tugas mereka harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Para penyuluh diharapkan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menjadi motivator perubahan perilaku. Mereka harus mampu mendorong perubahan perilaku positif di tingkat keluarga. Ini termasuk edukasi gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta sanitasi lingkungan yang layak.
Dengan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi, para penyuluh dapat berkontribusi signifikan. Mereka membantu menciptakan generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten HSU. Upaya berkelanjutan ini akan membentuk masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews