Wamendukbangga: 1.000 Hari Pertama Kehidupan Fondasi SDM Unggul Indonesia
Isyana menekankan bahwa upaya pencegahan stunting dan optimalisasi 1.000 HPK tidak bisa dibebankan hanya kepada ibu, tetapi membutuhkan dukungan ayah.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.
Penegasan tersebut disampaikan Wamendukbangga Isyana saat menghadiri puncak peringatan Hari Gizi Nasional 2026 dalam acara bertajuk "1000 Hari Cinta: Ibu Sehat, Anak Cerdas" yang diselenggarakan Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (25/1).
"Fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah masa emas yang tidak terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang optimal pada periode krusial ini," ujar Isyana di hadapan sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari calon ibu, ibu muda, dan keluarga.
Isyana menekankan bahwa upaya pencegahan stunting dan optimalisasi 1.000 HPK tidak bisa dibebankan hanya kepada ibu, tetapi membutuhkan dukungan ayah, keluarga besar, komunitas, serta kebijakan pemerintah yang inklusif dan berkelanjutan.
Founder KPPB, Meiline Tenardi, menyampaikan bahwa tantangan pemenuhan gizi dan pengasuhan anak masih kerap terkendala keterbatasan akses informasi di tingkat keluarga. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang aplikatif di masyarakat.
"Gizi bukan hanya soal makanan, tetapi tentang bagaimana kehidupan dibentuk sejak dini. Kehadiran berbagai pihak hari ini menunjukkan bahwa ruang belajar bersama bisa diciptakan untuk menjawab tantangan tersebut," kata Meiline.
Pemahaman peserta diperkuat melalui talkshow interaktif bersama sejumlah pakar, di antaranya dr. Tan Shot Yen, M.Hum dan Psikolog Rika Kristina, yang membahas pentingnya gizi seimbang serta kesehatan mental dalam pengasuhan anak.
Ditutup Penandatanganan Kanvas
Acara ditutup dengan penandatanganan kanvas dukungan bersama oleh Wamendukbangga Isyana, Founder KPPB, para narasumber, serta perwakilan dunia usaha dan komunitas sebagai simbol komitmen kolektif menjaga masa emas 1.000 HPK. Selain itu, diserahkan pula bantuan sembako kepada dua ibu peserta sebagai bentuk dukungan nyata bagi keluarga.
Gerakan Orang Tua Asuh
Komitmen tersebut sejalan dengan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Kedua program ini mendorong kolaborasi pentahelix untuk memperkuat pendampingan keluarga, meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan, serta melakukan intervensi dini guna mencegah stunting.
Melalui sinergi dari tingkat komunitas hingga kebijakan nasional, optimalisasi 1.000 HPK diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang berakar pada keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas.