Tingkatkan Mutu Pengasuhan Anak, BKKBN Gandeng 10 Perusahaan Daycare di Jawa Tengah: Apa Itu Program Tamasya?

BKKBN Gandeng Perusahaan Daycare di Jawa Tengah dalam program Tamasya untuk tingkatkan kualitas tempat penitipan anak. Simak bagaimana kolaborasi ini wujudkan generasi emas!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan Mutu Pengasuhan Anak, BKKBN Gandeng 10 Perusahaan Daycare di Jawa Tengah: Apa Itu Program Tamasya?
BKKBN Gandeng Perusahaan Daycare di Jawa Tengah dalam program Tamasya untuk tingkatkan kualitas tempat penitipan anak. Simak bagaimana kolaborasi ini wujudkan generasi emas! (Merdeka.com)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan mutu tempat penitipan anak (TPA) atau daycare di wilayahnya. BKKBN menggandeng 10 perusahaan besar melalui program inovatif bernama Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan generasi Indonesia emas. Program Tamasya berfokus pada empat layanan utama yang komprehensif, mencakup kualitas pengasuh, peran keluarga, pemantauan tumbuh kembang, dan layanan rujukan yang diperlukan.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Nopian Andusti, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen perusahaan-perusahaan tersebut. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendukung pengasuhan anak yang optimal, khususnya di Jawa Tengah.

Program Tamasya dirancang sebagai solusi holistik untuk meningkatkan standar pengasuhan anak di daycare. Nopian Andusti menjelaskan bahwa Tamasya memuat empat layanan utama yang esensial. Layanan tersebut meliputi memastikan kualitas pengasuh di daycare, memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penyediaan layanan rujukan yang diperlukan.

Menurut Nopian, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan generasi Indonesia emas. "Program Tamasya ini adalah bagian pemerintah hadir, negara hadir dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia emas. Kami ingin memastikan anak-anak ini tumbuh menjadi anak-anak yang berkualitas," ujarnya saat kegiatan Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan Pembinaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Tamasya di Jateng.

Sebagai salah satu Quick Win Kemendukbangga, program Tamasya tidak dapat berjalan sendiri dan sangat membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk kalangan perusahaan. Keterlibatan sektor swasta menjadi kunci dalam mencapai tujuan peningkatan mutu layanan daycare secara berkelanjutan.

BKKBN Jawa Tengah berhasil menggaet 10 perusahaan yang berkomitmen untuk mendukung program Tamasya. Perusahaan-perusahaan ini akan berperan aktif mulai dari pendampingan hingga potensi pendirian TPA di lingkungan kerja mereka. Komitmen ini menunjukkan kesadaran korporasi terhadap pentingnya kesejahteraan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Kesepuluh perusahaan yang terlibat adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, PT Pertamina Patra Niaga AFT Ahmad Yani, dan PT Pertamina Patra Niaga AFT Adi Sumarmo. Selain itu, ada juga PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Semarang, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Rembang, PT PLN Indonesia Power Unit Pembangkit Cilacap, serta PT PLN Indonesia Power Sub Unit PLTA Wonogiri.

Nopian Andusti menyatakan kekagumannya atas partisipasi ini. "Ini adalah komitmen yang luar biasa. Kita berharap perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia juga melakukan hal yang sama," katanya, seraya berharap lebih banyak perusahaan dapat mengikuti jejak ini untuk mendukung program BKKBN Gandeng Perusahaan Daycare.

Dukungan nyata terhadap program Tamasya datang dari berbagai perusahaan, salah satunya PT Sido Muncul. Manajer Lingkungan PT Sido Muncul, Amri Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk mendampingi daycare-daycare. Dengan adanya program ini, ia berharap para pekerja atau karyawan yang menitipkan anaknya dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus, karena fasilitas serta tenaga pengasuhnya terjamin kualitasnya.

Saat ini, Sido Muncul telah aktif melakukan pendampingan terhadap dua daycare yang berlokasi di wilayah Ungaran Timur dan Bawen, Kabupaten Semarang. "Untuk sementara ini kami bekerja sama dengan daycare-daycare di sekitaran Kabupaten Semarang. Nanti ke depan mungkin bisa lebih membantu mendirikan daycare di ring satunya perusahaan," jelas Amri, menunjukkan rencana ekspansi dukungan mereka.

Komitmen serupa juga disampaikan oleh Senior Manajer PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Erwin Putranto. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal program Tamasya secara bertahap. "Salah satunya melalui pembinaan dan pendampingan dari TPA yang ada di Kota Semarang. Melakukan penataan kembali, perbaikan dan pemenuhan fasilitas ramah anak. Untuk pengasuhnya nanti kami akan berikan training," kata Erwin, menegaskan upaya peningkatan kualitas pengasuh dan fasilitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi