Perumahan Pondok Maharta Tangsel Paling Parah Terdampak Banjir, Warga Ungkap Detik-Detik Air Naik
Ketinggian air mencapai 120 cm dan membuat aktivitas warga terganggu.
Hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Tangerang mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan pemukiman warga.
Salah satu yang terdampak banjir adalah perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (4/3).
Penuturan warga perumahan tersebut, air yang naik karena luapan kali di sekitarnya akibat intensitas hujan tinggi sejak semalam.
"Pagi ini air masih cukup tinggi, akses jalan belum bisa dilalui,” kata Iman, Selasa (4/3).
Tak hanya di area pemukiman warga, banjir juga menggenangi kawasan Jalan Raya Ceger hingga 50 cm. Kondisi tersebut membuat pengendara terpaksa memutar arah kendaraannya guna menghindari kerusakaan pada mesin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyebutkan ada 11 titik lokasi banjir yang dilaporkan petugas lapangan sejak pukul 23.20 WIB hingga pukul 04.25 WIB tadi.
"Perum Pondok Maharta tinggi muka air mencapai 120 sentimeter," ungkap Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan.
Banjir di perumahan Pondok Maharta terjadi di wilayah RW 09 dan 10, Kelurahan Pondok Kacang Timur dengan ketinggian air mulai 30 sentimeter hingga 1,2 meter yang berdampak terhadap 650 Kepala Keluarga. Sementara di perumahan Taman Mangu, Kelurahan Jurangmangu Barat, terdata 400 KK terdampak dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
“Kemudian Perum Pamulang Asri 2 RW 9, Serua Indah, Kecamatan Ciputat, tinggi muka air 20-70 sentimeter menyebabkan 180 KK terdampak dan di perumahan Graha Mas RT 07, 08 RW 12 Jelupang Kecamatan Serpong Utara, tinggi muka air 30-50 sentimeter ada 100 KK terdampak," ucap Dian.
Selain di Tangerang Selatan, beberapa wilayah perumahan dan lahan pertanian warga di Kabupaten Tangerang pun turut terendam dengan ketinggian air bervariasi.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara menerangkan banjir masih menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten Tangerang diantaranya terjadi di wilayah Kecamatan Legok dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
"Laporan yang masuk ke kami ada dua, di Legok dan Teluknaga. Untuk Legok tepatnya di Desa Cirarab, dan Teluknaga itu ada di Tanjung Burung," jelas Agun.
Dia menyebutkan untuk banjir di wilayah Desa Cirarab, Kecamatan Legok, sempat surut namun karena hujan kembali turun pada malam tadi air kembali merendam rumah warga.
"Pagi ini wilayah tersebut banjir, karena debit air kembali naik. Sebelumnya wilayah tersebut sudah surut. Petugas sudah kami terjunkan kembalo untuk melakukan penanggulangan bencana," katanya.
Data sementara kata Agun masih dilakukan penghimpunan. Namun berdasarka data kemarin terdapat 700 KK terdampak. Petugas juga telah disiapkan untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran distribusi logistik ke warga.
Namun berdasarkan penelusuran di lapangan, selain kawasan permukiman. Area persawahan warga di wilayah Kabupaten Tangerang turut terendam. Seperti terjadi di Desa Rancakelapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Terlihat hektaran sawah produktif milik warga terendam air berkisar antara 80 cm. Sementara sisi jalan yang menghubungkan RW 03 dan RW 04 di Desa itu pun tergenang antara 20-60 cm.