Pertemuan Presiden Prabowo dengan Para Mantan Pemimpin Dinilai Cerminkan Kepemimpinan Inklusif
Pertemuan ini menyampaikan pesan bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di atas perbedaan politik.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut positif pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan Presiden, mantan Wakil Presiden, dan sejumlah tokoh politik di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3). Pertemuan ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat stabilitas dan kebersamaan para pemimpin bangsa.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman menilai inisiatif pertemuan tersebut menunjukkan sikap Presiden Prabowo yang rendah hati dan inklusif. "Inisiatif menggelar silaturahmi ini mencerminkan sikap sedia mendengar, rasa hormat kepada para pendahulu, serta komitmen atas keberlanjutan pembangunan. Presiden Prabowo membuktikan kepemimpinannya bersifat rendah hati dan inklusif," kata Andy dalam pernyataan tertulis.
Menurut Andy, pertemuan ini menyampaikan pesan bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di atas perbedaan politik. "Semangat kebersamaan para pemimpin ini, kami yakin, mampu memperkokoh stabilitas, mempertebal kepercayaan publik, dan memastikan bahwa akan terus hadir kebijakan yang berpihak pada rakyat," ujarnya.
Pertemuan tersebut menghadirkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin. Selain itu, hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming, mantan Menteri Luar Negeri, serta Ketua Umum partai politik.
Ruang Diskusi
Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan menjadi ruang diskusi lintas generasi bagi para pemimpin, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mengambil kebijakan strategis untuk kepentingan nasional.
Diharapkan Silaturahmi Tetap Terjaga
PSI berharap kebersamaan antara Presiden dan para mantan pemimpin dapat terus terjaga meski terdapat perbedaan pandangan di beberapa isu.