Perkuat Pembangunan Daerah, Bapperida Lombok Tengah Gandeng LSM dalam Refleksi Mitra
Bapperida Lombok Tengah melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam refleksi mitra untuk memperkuat pembangunan di berbagai sektor, sekaligus mengapresiasi kontribusi mereka.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah menggelar refleksi mitra guna memperkuat pembangunan di berbagai sektor vital daerah. Acara ini secara khusus melibatkan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif berkontribusi di wilayah tersebut. Wakil Bupati Lombok Tengah, M Nursiah, menyatakan kegiatan ini menjadi platform penting untuk sinergi.
Kegiatan refleksi mitra ini diselenggarakan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 14 Desember. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan LSM sepanjang tahun 2025 dan merencanakan agenda untuk tahun 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kolaborasi antar pihak.
Melalui forum ini, program-program yang dibawa oleh Non-Governmental Organization (NGO) dapat diketahui publik secara lebih luas. M Nursiah menekankan bahwa refleksi ini sangat bermanfaat dalam mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Lombok Tengah. Keterlibatan aktif LSM menjadi kunci keberhasilan program daerah.
Peran Strategis LSM dalam Pembangunan Lombok Tengah
Selama ini, banyak LSM telah menjalankan berbagai program inovatif di tengah masyarakat Lombok Tengah. Program-program tersebut mencakup beragam bidang, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Kehadiran mereka sangat membantu pemerintah daerah dalam mencapai target pembangunan.
Wakil Bupati M Nursiah berharap agar LSM dapat terus melanjutkan inisiatif yang telah berjalan sukses. Ia juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas. Kolaborasi erat antara OPD dan LSM menjadi prioritas utama dalam upaya pembangunan Lombok Tengah.
Banyak LSM membawa anggaran dari luar daerah, bahkan dari luar negeri, yang sangat diapresiasi oleh pemerintah setempat. Kontribusi finansial ini meringankan beban anggaran daerah yang seringkali terbatas. Oleh karena itu, kolaborasi dengan NGO dianggap sebagai solusi efektif di tengah efisiensi anggaran.
M Nursiah menegaskan bahwa NGO sangat membantu pembangunan Lombok Tengah. Ia mendorong semua OPD yang memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan NGO agar segera merealisasikannya. Sinergi ini akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Sinergi Bapperida dan LSM Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Kepala Bapperida Lombok Tengah, Lalu Wiranata, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi di wilayah tersebut. Sekitar 40 lembaga di antaranya sangat aktif bergerak di berbagai sektor. Keberadaan lembaga-lembaga ini dipastikan sangat membantu Pemda dalam melaksanakan program-program penting.
Sinergi antara Bapperida dan LSM, khususnya di bidang pendidikan, telah berhasil meningkatkan angka literasi di Lombok Tengah. Dampak positif serupa juga terlihat di bidang-bidang lainnya berkat kerja sama ini. Lalu Wiranata berharap LSM dapat terus menjalankan program mereka pada tahun 2026.
Ia menambahkan bahwa rata-rata NGO membawa anggaran sendiri dari luar daerah, bahkan luar negeri. Hal ini menunjukkan kemandirian dan kapasitas LSM dalam mendukung pembangunan. Ke depan, dinas terkait akan lebih aktif membantu organisasi-organisasi ini bersinergi dengan jajaran kepala desa.
Keterlibatan LSM juga akan diintegrasikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) daerah. Lalu Wiranata menekankan, "Bahkan uang tidak ada kami berikan kepada NGO ini, tapi mereka yang mendatangkan uang." Refleksi mitra ini penting untuk menyegarkan ingatan tentang capaian dan merancang program selaras dengan NGO.
Sumber: AntaraNews