Penyesalan Aipda Robig, Bakal Minta Maaf ke Pimpinan dan Keluarga Korban Penembakan
Personel Polri Aipda Robig Zaenudin mengaku menyesal dalam kasus penembakan terhadap seorang remaja.
Personel Polri Aipda Robig Zaenudin mengaku menyesal dalam kasus penembakan terhadap seorang remaja. Lewat kuasa hukum Herry Darman, Robig ingin meminta permohonan maaf kepada Polri.
"Beliau juga meminta maaf kepada Kapolrestabes Semarang sebagai pimpinannya. Klien kami juga berbelasungkawa terhadap meninggalnya seorang siswa yang bernama Gamma," kata Herry Darman, Sabtu (28/12).
Menurutnya, Robig selama menjalani hukuman, tidak lupa setiap salat selalu mendoakan korban. Dia uga berkeinginan meminta maaf kepada orang tua korban.
"Dia sudah ada rencana meminta maaf kepada orang tua Gamma pada persidangan nanti. Meski permintaan maaf itu proses hukum tetap jalan," ungkapnya.
"Dia juga katakan kepada saya bahwa tetap mendoakan almarhum setiap habis salat. Jadi kami juga luruskan bahwa apa yang kami lihat dan kami baca dalam penanganan klien kami tidak ditemukan rekayasa. Kami tidak temukan sesuatu yang ditutupi oleh Kapolrestabes Semarang," jelasnya.
Terkait Robig dalam penjara, dalam kondisi baik. Kondisi kesehatannya juga dicek oleh tim medis.
"Klien kami kan dituduh terlibat narkoba ternyata hasilnya negatif. Sudah dicek darah dan rambutnya," tandasnya.
Sementara itu, Polda Jateng mengizinkan Robig didampingi pengacara saat proses persidangan.
"Dengan didampingi pengacara, apapun keputusan Robig diserahkan kepada yang bersangkutan. Itu haknya bersangkutan. Karena dia statusnya masih anggota sebenarnya ada hak juga kalau dia menggunakan pengacara, ya jadi hak dia juga," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto.