Penemuan Jasad di Tukad Badung, Ini Kronologi Lengkap Korban Banjir Denpasar
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, korban diketahui seorang laki-laki bernisial SI (60) asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Tim SAR gabungan kembali menemukan jasad korban banjir di tepi aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Kertanegara, Banjar Pohgading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (15/9) sekitar pukul 09.00 WITA. Penemuan ini menambah daftar korban jiwa akibat banjir yang melanda wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, korban diketahui seorang laki-laki bernisial SI (60) asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan korban ditemukan dalan keadaan telanjang bulat.
"Dilihat dari tempat lokasi kejadian, diperkirakan korban meninggal hanyut akibat terseret arus banjir," kata AKP Sukadi, Senin (15/9).
Dari keterangan saksi berinsial IMS menerangkan, sekitar pukul 07:30 WITA, saksi mendapat informasi dari warga adanya bau busuk di dua titik di sekitar TKP. Lalu bersama masyarakat lainnya melaksanakan pencarian bau busuk ke titik dua yang berada di Gang Batu Medapit.
Kemudian, lalu saksi melihat di bawah tumpukan sampah ada tangan orang yang terlihat. Lalu, saksi mengangkat sampah tersebut dan ditemukan mayat yang sudah membusuk.
"Saksi melaporkan perihal tersebut ke Babinkamtibmas Desa Ubung Kaja melaporkan ke Polsek Denpasar Utara," imbuhnya.
Korban saat ditemukan dalam keadaan terlentang, kepala mengarah ke barat, kaki arah timur dalam keadaan bengkak dan sudah mengeluarkan ulat di bagian kaki dan kepala.
"Diduga korban tersebut terseret arus banjir pada tanggal 10 September 2025 lalu dan dari pihak keluarga membenarkan mayat tersebut. Selanjutnya korban dibawa oleh ambulans BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar," ujarnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi satu jenazah yang diduga korban banjir besar di Bali, pada Senin (15/9).
Penemuan jenazah tersebut, di daerah Jalan Kertanegara, Cokroaminoto, Banjar Pohgading, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, dan identitas korban masih belum diketahui dan masih dilakukan identifikasi si RSUP Prof Ngoerah, Kota Denpasar.
Ketut Wirajaya selaku Koordinator Lapangan Tim SAR Denpasar, mengatakan kecurigaan berawal saat warga mulai mencium bau tidak wajar, setelah ditelusuri terlihat hanya sebagian kaki.
"Hal tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul kurang lebih 08.55 WITA," kata Wirajaya, Senin (15/9) siang.
Kemudian, tim SAR yang sedang melakukan pencarian di Ubung dan Pasar Kumbasari, Kota Denpasar, segera bergeser ke lokasi penemuan jenasah. Terlihat kondisi jenasah sudah membusuk, tidak mengenakan baju dan berjenis kelamin laki-laki.
"Setibanya di sana, mereka segera mengevakuasi korban dan selanjutnya dibawa ke RSPU Prof Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Provinsi Bali sekitar pukul 09.50 WITA," ujarnya.
Sebanyak 5 orang korban banjir besar di Pulau Bali, masih dilakukan pencarian dari Rabu (10/9) saat kejadian hingga Sabtu (13/9).
I Wayan Suryawan selaku Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali mengatakan, untuk korban meninggal dunia tercatat 17 orang. Diantaranya, 11 orang di Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, dan 1 orang di Kabupaten Badung.
"Dalam pencarian 5 orang. (Diantaranya) di Kota Denpasar 2 (orang), di Kabupaten Badung 3 (orang). Ini update kami sampai pukul 06.00 WITA," kata Suryawan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/9).