Tim SAR Temukan 4 Jenazah Perempuan Korban Banjir Bali di Muara Waduk Tukad Badung, Ada KTA Koperasi Simpan Pinjam

Tim SAR gabungan di hari kedua menemukan empat korban yang meninggal dunia akibat banjir yang melanda Kota Denpasar dan juga beberapa titik di Pulau Bali.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Tim SAR Temukan 4 Jenazah Perempuan Korban Banjir Bali di Muara Waduk Tukad Badung, Ada KTA Koperasi Simpan Pinjam
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9) (Humas Basarnas Bali)

Tim SAR gabungan di hari kedua menemukan empat korban yang meninggal dunia akibat banjir yang melanda Kota Denpasar dan juga beberapa titik di Pulau Bali. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pada Kamis (11/9) atau hari ke-2 operasi SAR, upaya pencarian difokuskan di sepanjang titik awal kejadian hingga muara Waduk Tukad Badung.

Dia juga mengatakan, untuk area Pasar Badung, Kumbasari, Kota Denpasar, sudah dicover oleh unsur SAR lainnya. Kemudian, pukul 07.59 WITA, tim SAR gabungan yang ada di lokasi menerima informasi dari nelayan setempat ada penemuan dua jenazah di rawa-rawa muara waduk sungai atau Tukad Badung, Bali.

Tim langsung bergerak ke tempat penemuan. Ketika tim SAR melakukan evakuasi, kembali terlihat satu jenazah. Tak lama berselang, satu jenazah lainnya ditemukan sekitar pukul 09.40 Wita.

"Keempat korban yang ditemukan adalah perempuan. Selanjutnya dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, menggunakan (4) ambulans untuk proses identifikasi," kata Sidakarya, Kamis siang.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9)
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9) Humas Basarnas Bali

Ia menerangkan, pada salah satu jenazah ditemukan juga sebuah tas kecil yang di dalamnya ada kartu koperasi simpan pinjam atas nama Nyoman Sari. Sementara itu di jenazah lainnya tidak ditemukan barang-barang sebagai petunjuk identitasnya.

"Untuk identitasnya kami menunggu hasil dari RSUP Prof Ngoerah, untuk menghindari informasi yang simpang siur," ujarnya.

Penyisiran pertama dilakukan sekitar pukul 11.00 WITA menggunakan 5 unit kano milik nelayan setempat dengan jumlah personel 10 orang.

"Arah pencarian menyisir rawa-rawa hingga perairan dekat Benoa. Pukul 12.35 WITA, tim SAR gabungan telah selesai melakukan penyisiran dengan hasil masih nihil," ujarnya.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9)
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9) Humas Basarnas Bali

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, untuk update korban yang meninggal dunia karena dampak banjir di Pulau Bali sudah mencapai 13 orang dan tinggal 3 orang yang belum ditemukan.

Hal tersebut, dia sampaikan saat meninjau warga yang mengungsi akibat banjir di Balai Banjar Sedana Mertha Ubung, di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Kamis (11/9) siang.

Ia mengatakan, data semula korban yang meninggal dunia ada 9 orang per Rabu (10/9) kemarin. Kemudian pagi tadi ditemukan tiga orang, satu di antaranya ditemukan di Kabupaten Gianyar.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9)
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban banjir Bali, Kamis (11/9) Humas Basarnas Bali

"Korban itu kan yang semula tadi malam saya sampaikan 9 orang. Ternyata Pak Kariyasa Adnyana (anggota DPR RI Komisi VI) menginformasikan di Gianyar ada 1 korban (meninggal). Kemudian yang hilang itu ada 6 orang tadi pagi ditemukan 3 orang. Jadi ada 13 per hari ini (korban meninggal dunia). Yang masih dicari berarti ada 3 orang," kata Letjen TNI Suharyanto.

Namun demikian, dia mengatakan belum mengetahui pasti jumlah korban secara keseluruhan. Sebab, untuk di Pasar Badung, di Kota Denpasar, teredam sampai dua lantai.

"Tapi kan kita belum tahu, itu kan sampai tadi malam di Pasar Badung, itu sampai terendam dua lantai. Ini kan disedot terus, kami datangkan pompa dari luar Bali, dari Jawa Timur berangkat, dan dari Jakarta, dan

Semarang," ujarnya.

"Supaya lebih cepat ini. Nah nanti kalau sudah kering, mungkin hari ini mudah-mudahan bisa tersedot semua. Mudah-mudahan tidak ada yah ada korban lagi yang terjebak di dalam. Karena, informasinya di dalam kan ada mobil-mobil gitu. Memang tidak ada manusia, tapi kita enggak tahu. Kita enggak minta-mintalah, mudah-mudahan tidak ada. Tapi per hari ini berarti 13 meninggal dunia, 3 masih dicari," ujarnya.

Rekomendasi