Pemprov Lampung: Embung Kemiling Jadi Solusi Efektif Pengendali Banjir di Bandarlampung
Embung Kemiling, infrastruktur air terbaru di Bandarlampung, diklaim Pemprov Lampung sebagai pengendali banjir efektif sekaligus sarana konservasi air dan ekowisata.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung secara resmi menyatakan bahwa Embung Kemiling akan menjadi pengendali banjir vital di Kota Bandarlampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan embung ini multifungsi, termasuk mitigasi risiko banjir. Ini penting bagi daerah hilir Kemiling saat hujan deras.
Pertumbuhan kota yang pesat menuntut sistem pengelolaan air hujan yang efektif. Embung ini diharapkan mencegah banjir di musim penghujan dan menjamin ketersediaan air saat kemarau. Optimalisasi penampungan dan pengaturan aliran air menjadi kunci.
Proyek strategis ini berlokasi di Kemiling, Kota Bandarlampung. Konstruksi berlangsung 120 hari, dari 2 September hingga 30 Desember 2025. Pembangunan Embung Kemiling didanai APBD Provinsi Lampung 2025 dan hibah keluarga Zainal Abidin Pagaralam.
Fungsi Ganda Embung Kemiling untuk Mitigasi Bencana dan Konservasi Air
Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan, menjelaskan secara rinci mengenai peran Embung Kemiling sebagai pengendali banjir yang efektif. Menurutnya, embung ini mampu mengurangi debit air yang mengalir ke hilir, sehingga meminimalkan dampak genangan di area permukiman.
Melalui sistem pintu air yang terintegrasi, pengelolaan aliran air saat terjadi hujan lebat dapat diatur secara presisi. Hal ini memastikan bahwa volume air yang dilepaskan ke hilir tetap terkontrol, mencegah terjadinya luapan air yang dapat memicu banjir di Bandarlampung.
Lebih lanjut, Budi Darmawan juga menekankan fungsi konservasi air tanah yang diemban oleh Embung Kemiling. Infrastruktur ini berperan penting dalam meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, secara signifikan membantu mengisi kembali cadangan air tanah di sekitarnya.
Embung Kemiling: Destinasi Ekowisata, Rekreasi, dan Edukasi Baru
Selain fungsi hidrologisnya, Embung Kemiling juga dirancang untuk memberikan nilai tambah sebagai sarana ekowisata dan rekreasi bagi masyarakat. Keberadaan embung ini diharapkan dapat mempercantik lingkungan sekitar dan menjadi daya tarik baru untuk aktivitas santai.
Fasilitas pendukung seperti jogging track yang melengkapi area embung menjadikannya lokasi ideal untuk kegiatan olahraga. Masyarakat dapat memanfaatkan area ini untuk menjaga kebugaran sambil menikmati suasana alam yang asri.
Tidak hanya itu, Embung Kemiling juga memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi. Tempat ini dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran mengenai pengelolaan sumber daya air, memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi air dan mitigasi bencana.
Detail Teknis dan Anggaran Pembangunan Embung Kemiling
Pembangunan Embung Kemiling merupakan proyek yang dikerjakan dalam kurun waktu 120 hari, dimulai dari tanggal 2 September hingga 30 Desember 2025. Total nilai kontrak fisik untuk proyek ini mencapai Rp 6.980.867.000.
Sumber pendanaan utama untuk pembangunan Embung Kemiling berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung tahun anggaran 2025, yang diperkuat dengan adanya hibah dari keluarga Zainal Abidin Pagaralam.
Secara teknis, Embung Kemiling memiliki luas area sekitar 1,5 hektare dengan kapasitas tampung air mencapai 30 juta liter. Dimensi embung ini memiliki panjang total 565 meter, menunjukkan skala proyek yang signifikan.
Lingkup pekerjaan pembangunan Embung Kemiling sangat komprehensif, mencakup area genangan, dam, jembatan hulu, jembatan, dan wing wall. Struktur area genangan meliputi lantai embung, badan embung, kolam olakan, dan wing wall, sementara area hilir terdiri dari dinding penahan tanah dengan frame beton, saluran pengelak, serta landscape berupa jogging track dan pagar railing.
Sumber: AntaraNews