Pemprov DKI Lengkapi Embung Kebagusan dengan Sarana Olahraga dan Ruang Publik
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun sarana olahraga dan ruang publik di area Embung Kebagusan, Jakarta Selatan, menjadikannya fasilitas multifungsi sebagai pengendali banjir dan pusat aktivitas warga.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki rencana ambisius untuk mengembangkan area Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Area ini tidak hanya akan berfungsi sebagai kolam tampungan air untuk pengendalian banjir, tetapi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik. Rencana ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat embung bagi masyarakat sekitar.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa pembangunan ini akan mencakup taman, tempat bermain, sarana olahraga, dan bahkan lapangan sepak bola mini. Dengan demikian, Embung Kebagusan diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman dan aktif bagi warga Jakarta.
Proyek pembangunan Embung Kebagusan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 dengan estimasi biaya mencapai sekitar Rp62 miliar. Pemanfaatan ganda embung ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam menyediakan infrastruktur yang tidak hanya mengatasi masalah perkotaan tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warganya.
Multifungsi Embung Kebagusan untuk Warga Jakarta
Embung Kebagusan dirancang untuk memiliki fungsi ganda yang signifikan bagi ibu kota. Selain peran utamanya sebagai kolam penampungan air untuk mitigasi banjir, area ini akan diubah menjadi ruang publik yang komprehensif. Konsep ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lebih banyak ruang terbuka hijau dan fasilitas rekreasi di tengah padatnya perkotaan Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa saat musim kemarau atau tidak terjadi hujan, embung tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga. "Tetapi saat tidak hujan, bisa dimanfaatkan oleh warga, minimal menjadi pusat olahraga," ujarnya.
Fasilitas yang akan dibangun mencakup taman, area bermain anak, serta sarana olahraga lengkap, termasuk lapangan sepak bola mini. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong gaya hidup sehat dan menjadi tempat interaksi sosial bagi komunitas di sekitar Kebagusan.
Dengan adanya fasilitas ini, Embung Kebagusan tidak hanya menjadi solusi teknis untuk masalah banjir, tetapi juga menjadi aset sosial yang berharga, meningkatkan kesejahteraan dan kebersamaan warga Jakarta.
Lokasi Strategis dan Alokasi Lahan Embung Kebagusan
Embung Kebagusan berlokasi strategis di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Posisinya yang berada di belakang apartemen Kebagusan City membuatnya mudah diakses oleh penduduk sekitar. Total luas area embung ini mencapai sekitar dua hektare, menjadikannya area yang cukup luas untuk pengembangan fasilitas publik.
Lahan embung ini dimiliki oleh dua dinas pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta memiliki lahan seluas 1,3 hektare, sementara Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta memiliki lahan seluas 1 hektare. Kolaborasi antara kedua dinas ini memungkinkan perencanaan yang terpadu untuk fungsi pengendali banjir dan ruang publik.
Dari total luas area embung tersebut, sekitar 0,5 hektare akan dialokasikan khusus untuk pengembangan ruang publik. Selain itu, 0,7 hektare akan difokuskan sebagai area hijau, menambah paru-paru kota di wilayah Jakarta Selatan.
Pembagian alokasi lahan ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk memastikan keseimbangan antara fungsi konservasi air dan penyediaan fasilitas rekreasi bagi masyarakat.
Peran Vital Embung Kebagusan dalam Pengendalian Banjir
Salah satu tujuan utama pembangunan Embung Kebagusan adalah untuk mereduksi debit banjir pada sistem aliran saluran penghubung Joe, yang merupakan bagian dari sistem Kali Mampang-Krukut. Embung ini dirancang untuk mengurangi volume air yang mengalir, sehingga dapat meminimalisir risiko banjir di area hilir.
Secara spesifik, Embung Kebagusan diperkirakan mampu mereduksi debit banjir sekitar 2,3 persen. Apabila debit air pada sistem aliran saluran penghubung Joe semula mencapai 30,07 meter kubik per detik, embung ini dapat menurunkan debit air menjadi 29,38 meter kubik per detik. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan embung dalam upaya pencegahan banjir di Jakarta.
Pembangunan embung ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda ibu kota. Dengan investasi sekitar Rp62 miliar, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi keamanan dan kenyamanan warga dari ancaman banjir.
Target penyelesaian pada akhir tahun 2026 menandakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Jakarta akan memiliki infrastruktur pengendali banjir yang lebih kuat, sekaligus ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews